contoh teks berita






contoh teks berita

TEKS 1

Flu Burung Bisa Menulari Manusia

      Virus Avian Influenza (Al) atau lebih
dikenal dengan nama flu burung pertama kali
ditemukan di Hongkong pada 1997.
Penghentian wabah itu di Hong Kong dengan
cara pemusnahan massal.
Penyakit flu burung yang mewabah
memang tergolong ganas. Tanpa antisipasi yang
serius, dalam waktu singkat ayam akan mati,
dan lebih buruk lagi akan bisa menular ke
manusia. Untuk itu, bagi masyarakat memang
harus waspada terhadap penyakit tersebut. Flu
burung terjangkit pada ternak ayam karena
adanya serangan penyakit lewat virus melalui
udara yang masuk ke pernafasan ternak.
Selanjutnya, akan menyerang ke paru-paru
yang menyebabkan terjadinya radang paruparu
pada ayam tersebut.
Kalau ayam sudah terjangkit virus yang
menyerang paru-paru, tak berselang lama ayam
itu akan mati. Demikian dijelaskan Kasi
Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kota
Semarang, drh. Totok Susanto kepada
Wawasan, berkaitan dengan mewabahnya flu
burung di Jateng. Karena ganasnya penyakit
itu, jika positif ayam tersebut terkena flu
burung, antisipasihya adalah harus
dimusnahkan (dibakar).
“Jika ayam yang terserang penyakit itu
cuma dikubur, itu belum bisa memusnahkan
penyakitnya. Dikhawatirkan masih akan
menularkan ke ternak lain maupun manusia,”
ungkap Totok Susanto.
Diakui Totok, penyakit tersebut bisa
menular ke manusia. Sama halnya penularan
terhadap hewan ternak lain. Penularan ke
manusia juga lewat udara dan pernafasan.
Indikasi manusia terserang flu burung, di
antaranya akan merasakan badan pegal-pegal,
demam, dan sama halnya jika kita kena flu.
Pada tahapan lanjutan, penyakit itu akan
menyerang paru-paru dan terjadi peradangan.
“Jadi, jika kita kena flu maka segera
mungkin dibawa ke dokter untuk pengobatan.
Ini untuk mengantisipasi terjangkitnya flu burung
tadi,” kata Totok. Untuk pencegahan Al, selain
pemberian vaksin, masalah sanitasi
(kebersihan) kandang tidak boleh diabaikan.
“Jangan sampai tempat di sekitar kandang
lembab,” katanya. Karena tempat yang lembab
potensial sekali membawa virus.
Selain itu, melalui media udara, mobil
pembawa ayam yang terinfeks AI dari
peternakan menjadi media penularan.
“Para peternak tidak begitu panik karena
sudah mengetahui langkah-langkah untuk
menangkal penyebaran virus tersebut,” kata
Agus Wiharyono. Meski ada saja ayam yang
tetap mati karena terkena virus itu (di Jateng
dikabarkan mencapai 600 ribu ekor lebih),
peternak selalu menerapkan tindakan
penanganan yang cepat dan disiplin. Sanitasi
kandang, penyemprotan dengan desinfektan
serta menjaga apa pun yang keluar masuk
kandang merupakan pengamanan penting,”
ujarnya.
Mobil, manusia, keranjang, tempat telur
dan sebagainya ketika masuk kandang harus
melalui cuci hama, disemprot dengan
desinfektan. Bahkan karyawan kandang
peternakan, harus mengenakan pakaian dan
sepatu khusus untuk dikenakan di dalam
kandang.
Sumber: Wawasan, 2 Februari 2004

TEKS 2

Influenza Unggas: Mengakibatkan Pandemi



      Ahli influenza prihatin bahwa wabah Hemagglutinin
Neuraminidase (H5N1) pada
burung baru-baru ini dapat mengalami mutasi
untuk menghasilkan jenis virus influenza yang
baru. Mungkin terjadi epidemi influenza secara
besar di seluruh dunia. Sampai saat ini belum
ada kasus yang dicurigai atau yang
dikonfirmasikan di Australia.

Apakah influenza unggas itu?
Influenza unggas merupakan penyakit
menular dari burung. Biasanya virus ini
merebak antara burung tanpa mengakibatkan
penyakit atau menyebabkan penyakit yang
kurang parah saja. Infeksi
unggas domestik, misalnya
ayam, dapat mengakibatkan
penyakit parah pada burung ini.
Ada sejumlah jenis influenza
unggas yang berlainan, dan
hanya beberapa saja yang
dapat menyebabkan penyakit
pada manusia. Suatu jenis
influenza unggas baru, yang
dikenal sebagai influenza A
H5N1, pertama kali
diperhatikan di Hong Kong pada tahun 1997.
Jenis ini muncul pada akhir tahun 2003, dan
merebak dengan cepat ke beberapa negara
Asia dan mengakibatkan infeksi yang parah
pada banyak unggas domestik. Tidak ada bukti
bahwa influenza unggas sedang menjangkiti
burung di Australia.
Virus ini juga telah menjangkiti sejumlah
orang yang mendekati unggas yang sakit atau
tahi unggas. Sejak tanggal 28 Desember 2003,
lebih dari 110 kasus influenza unggas yang
dikonfirmasikan telah dilaporkan di Thailand,
Vietnam, Kamboja dan Indonesia, dan banyak
dari orang ini telah meninggal. Pada saat
ini, tampaknya manusia yang terjangkit virus
H5N1 tidak dapat menularkan penyakit kepada
orang lain dengan mudah. Ekposur terhadap
unggas yang terinfeksi dan tahinya (atau debu
atau tanah yang dicemari tahi unggas) dapat
mengakibatkan infeksi manusia. Makan produk
unggas yang telah dimasak seperti ayam atau
telur tidak menyebabkan infeksi.
Epidemi influenza secara besar di seluruh
dunia dikenal sebagai pandemi. Pandemi terjadi
sewaktu virus baru muncul dan orang kurang
atau tidak kebal terhadapnya. Pandemi influenza
pernah terjadi pada tahun
1918-19, 1957-58 dan 1968-69.
Dalam pandemi 1918-19, antara
20 sampai 40 juta orang
meninggal. Banyak ilmuwan
prihatin bahwa wabah H5N1
baru-baru ini pada burung dapat
mengalami mutasi dan
menghasilkan jenis virus influenza
baru yang mudah merebak
pada manusia, dan
mengakibatkan pandemi.

Apakah gejalanya?
Berbagai jenis influenza unggas dapat
mengakibatkan berbagai gejala pada manusia.
Semua jenis influenza ini dapat mengakibatkan
gejala yang biasa dari influenza manusia
(demam, batuk, rasa capai, sakit otot, sakit
tenggorokan, sesak napas, ingus, sakit kepala).
Dalam beberapa hal, jenis H5N1 telah
mengakibatkan radang paru-paru parah, dan
dalam beberapa kasus, pasien menderita
ensefalitis (radang otak) atau diare. Gejala
yang paling umum pada manusia yang
terjangkit jenis H7 adalah konjungtivitis (radang
selaput mata). Pada umumnya gejala timbul
antara dua sampai empat hari setelah
terekspos.

Siapa saja yang menghadapi risiko?
Kebanyakan orang tidak menghadapi
risiko dari penyakit ini. Orang yang
menghadapi risiko terjangkit H5N1 adalah
mereka yang mendekati unggas yang sakit atau
tahinya sewaktu tinggal atau melakukan
perjalanan di daerah di mana virus sedang
merebak, atau (jarangnya) mereka yang
mendekati orang lain yang menderita bentuk
penyakit manusia di daerah yang terlibat.

Bagaimana penyakit ini dicegah?
Vaksin manusia belum tersedia untuk jenis
influenza unggas yang baru. Vaksin yang ada
sekarang untuk influenza manusia yang biasa
tidak akan memberi perlindungan terhadap influenza
unggas, termasuk jenis H5N1. Para
ilmuwan di seluruh dunia sedang berupaya
mengembangkan vaksin yang sesuai untuk jenis
virus ini.

Bagaimana penyakit ini diagnosis?
Infeksi virus influenza unggas dapat
didiagnosis dengan menggunakan spesimen
darah, dahak atau dari menyeka hidung dan
kerongkongan. Pengujian dilakukan di
laboratorium khusus.

Sumber. http://mhcs.health.nsw.gov.au







contoh teks berita 9out of 10 based on 10 ratings. 9 user reviews.

Terimakasih telah Berkunjung dan Semoga Bermanfaat..


Tetap Update dan Dukung Saya Berbagi dengan
⇧⇧⇧ klik Tombol LIKE DI ATAS ⇧⇧⇧
☺☺☺ TERIMAKASIH ☺☺☺

BACA JUGA !!!!

No comments:

Post a Comment