Fungsi asli, fungsi turunan, dan fungsi dinamis uang



Fungsi uang
Dalam kehidupan masyarakat dewasa ini, uang memegang peranan yang sangat penting. Bahkan
uang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan. Sulit membayangkan orang dapat
hidup tanpa uang. Dalam sistem perekonomian, uang mempunyai
tujuan pokok, yaitu: memudahkan pertukaran barang dan jasa,
 dapat menghemat waktu dan tenaga untuk melangsungkan perdagangan.
Fungsi uang, berarti kegunaan uang itu bagi setiap orang, organisasi atau masyarakat yang memilikinya. Fungsi uang yang sedemikian penting 
itu dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu: fungsi pri
mer, fungsi sekunder, dan fungsi dinamis.



a. Fungsi asli atau fungsi primer
Fungsi asli uang dapat dibedakan menjadi du
yaitu: uang sebagai alat tukar umum dan uang se
bagai alat satuan hitung atau pengukur nilai.
1. Uang sebagai alat tukar umum (medium of
change)
Dengan uang, seseorang dapat dengan muda
menukarkannya dengan apa yang dikehendaki da
yang dibutuhkannya. Dalam hal ini, uang mem
punyai daya beli. Uang dapat mempermudah pe
tukaran barang dan jasa, serta memperlanca
perekonomian. Jadi, uang dapat ditukarkan denga
berbagai jenis barang/jasa yang diperlukan secar
mudah.
2. Uang sebagai alat satuan hitung (unit of accoun
atau pengukur nilai (standard of value)
Satuan hitung adalah nilai suatu barang dan jas
yang dinyatakan dengan uang. Sebagai satuan h
tung berarti uang dipergunakan sebagai alat untu
menunjukkan nilai barang dan jasa yang diperjua
belikan di pasar dan besarnya kekayaan yang bis
dihitung berdasarkan penentuan harga barang te
sebut. Atau bahwa uang itu dipakai sebagai satua
untuk mengukur nilai tukar atau harga barang.


b Fungsi turunan atau fungsi sekunder
Dengan adanya fungsi asli uang, munculla
fungsi-fungsi lain yang disebut fungsi turunan
Fungsi turunan dapat dibedakan sebagai beriku
1. Uang sebagai alat pembayaran yang sah (mean
of payment)
Pemerintah menetapkan, bahwa uang itu ada
lah tanda pembayaran yang sah. Artinya, uang it
harus diterima sebagai alat pembayaran yang sa
Uang berfungsi sebagai alat pembayaran yang da
pat diterima oleh semua orang. Misalnya: untu
membayar pajak, gaji, jasa, denda, utang pember
an hadiah, penghargaan atas prestasi seseorang
pembelian barang, dan lain-lain.
2. Uang sebagai alat untuk menabung
Orang yang mempunyai kelebihan penghasila
dapat menyisihkan sebagian uangnya untuk dita
bung atau disimpan di bank. Menurut J.M. Keyne
alasan seseorang menabung uangnya dalam ben
tuk tunai adalah untuk melakukan transaksi, be
jaga-jaga, atau spekulasi. Karena kalau orang ingi
menyimpan atau menabung, maka barang yan
disimpan atau ditabung adalah uang.
3. Uang sebagai alat menimbun kekayaan
(store value)
Dengan uang seseorang dapat menimbun ke
kayaan dengan cara membeli tanah, rumah, kenda
raan, dan perhiasan. Dengan uang seseorang aka
lebih mudah menukarkan suatu barang denga
barang lain yang ia kehendaki.
4. Uang sebagai alat untuk menciptakan kesempatan
kerja.
Orang dapat menggunakan uang untuk membuka lapangan kerja baru atau memperluas usahanya.
Ia dapat mendirikan pabrik, membuka bengkel, membuka perkebunan atau usaha dagang. Semua usaha
itu dapat menyerap tenaga kerja, sehingga mengurangi pengangguran. Adanya uang memungkinkan
serta mendorong diadakannya spesialisasi dan
pembagian kerja, yang menjadi landasan meningkatnya produktivitas dan efisiensi kehidupan
ekonomi modern. Uang merupakan lambang kedudukan dalam masyarakat serta dasar kekuasaan
ekonomi. Harapan untuk mendapatkan uang mendorong orang untuk bekerja dan berusaha.
5. Standar pembayaran utang (standard of deffered
payment)
Uang disebut alat pembayaran yang sah, tidak
hanya dalam hal jual beli barang dan jasa, tetapi
juga bila tidak ada balas jasa yang langsung diterima. Misalnya orang membayar pajak kepada negara, melunasi utang, dan membayar denda.
6. Penunjuk harga
Dalam perdagangan barang dan jasa, uang itu
ditetapkan sebagai penunjuk harga untuk satuan
barang atau jasa.
7. Alat pembentuk modal.
Jika seseorang atau beberapa orang mendirikan atau sedang menjalankan perusahaan maka
modal perusahaan itu dinyatakan dengan uang.


c. Fungsi dinamis
Uang dapat menentukan kegiatan perekonomian terutama dalam kegiatan moneter dan fiskal di
mana kebijakan yang dapat ditempuh oleh suatu
negara maupun oleh seseorang kadang-kadang dipengaruhi oleh beredarnya uang di masyarakat,
sehingga pada gilirannya akan timbul kecenderungan-kecenderungan terhadap pengaruh naiknya
barang-barang atau sebaliknya mungkin akan berakibat turunnya harga barang-barang tersebut.
Sebagai contoh, kebijakan pemerintah dalam
bidang moneter dan fiskal untuk mengatasi inflasi
jelas sebagai akibat dari pengaruh uang secara dinamis, yang mengakibatkan harga-harga barang
kebutuhan pokok naik secara drastis. Sebaliknya,
pemerintah akan melakukan kebijakan terhadap
arus beredarnya barang atau jasa di masyarakat.
Dengan demikian, pemerintah selalu berupaya
menstabilkan lalu lintas uang dan barang agar
dampak negatif dari fungsi uang secara dinamis
dapat digunakan sebagai salah satu derajat perkembangan perekonomian bangsa secara positif

Pengertian, Sejarah, dan Kelemahan Sistem Barter


Sistem perekonomian barter

Dahulu manusia hidup secara nomaden (berpindah-pindah) atau semi nomaden. Segala kebutuhan hidupnya diperoleh dari alam, baik langsung maupun tidak langsung. Kebudayaan masyarakat
masih sangat sederhana, sehingga hasil kebudayaannya pun sangat terbatas. Di dalam masyarakat
yang sangat sederhana (primitif), orang belum mengenal atau menggunakan uang sebagai alat tukar.
Pada masyarakat tradisional itu tiap orang berusaha menghasilkan sendiri apa yang dibutuhkannya.
Sesuatu yang dihasilkan dari berburu, menangkap
ikan, mengambil hasil hutan, dan bertani, langsung dikonsumsi oleh anggota keluarganya. Dengan kata lain, antara produksi dan konsumsi tidak ada pemisahan. Mereka bertindak sebagai produsen (penghasil) sekaligus sebagai konsumen (pemakai). Mereka hidup menyendiri dan berkelompok dalam suasana kekeluargaan di lingkungan
yang terisolir. Setiap orang berusaha memenuhi kebutuhannya dengan kemampuannya sendiri.
Kebudayaan manusia lambat laun berkembang. Seiring dengan perkembangan itu, berkembang pula
kebutuhan manusia. Kebutuhan manusia semakin beraneka ragam bentuknya. Akibatnya, manusia tidak lagi mampu memenuhi seluruh kebutuhannya dengan hasil karyanya sendiri, apalagi tidak semua
kebutuhan dapat langsung diambil dari alam. Ketidakmampuan untuk memenuhi semua kebutuhan
sendiri mendorong orang untuk berpikir, bagaimana caranya agar kebutuhannya dapat dipenuhi.
Itulah sebabnya orang mulai mencari partner kerja sama, dengan tujuan untuk saling menguntungkan. Mereka saling menukarkan harta miliknya sehingga kebutuhannya dapat terpenuhi.
Orang yang mempunyai telur dan memerlukan beras, mencari partner yang mempunyai beras dan
sekaligus memerlukan telur. Bila pemilik telur yang
memerlukan beras itu menemukan orang yang mempunyai beras dan membutuhkan telur, maka
terjadilah tukar-menukar barang antara orang satu dengan orang yang lain.
Dengan demikian, kegiatan perekonomian dilakukan dengan cara langsung tukar-menukar barang. Dalam perekonomian disebut sistem barter. Jadi, barter adalah sistem tukar antara barang dengan barang atau dengan kata lain sistem tukarmenukar secara innatura.
Perekonomian barter merupakan suatu sistem kegiatan ekonomi masyarakat di mana kegiatan produksi dan perdagangan masih sangat sederhana,
kegiatan tukar-menukar masih terbatas dan jual
beli dilakukan dengan tukar-menukar barang.
Dalam kenyataannya perekonominan barter
menghadapi banyak kesulitan yang dapat menghambat perkembangan perekonomian. Kesulitankesulitan perekonomian barter adalah sebagai
berikut.
 Kesulitan menemukan kehendak ganda yang selaras
(double coincidence of wants)
Di dalam perdagangan barter diperlukan kehendak yang selaras. Artinya, setiap orang yang
ingin mengadakan tukar-menukar barang dengan orang lain harus memiliki barang yang
diinginkan pihak lain dan mencari barang pihak lain. Kehendak ganda tersebut secara kebetulan dapat terjadi, tetapi untuk menemukan
keinginan ganda ini ternyata tidak mudah.
 Harga atau nilai sukar ditentukan
Dalam perekonomian barter, cara menentukan
harga atau nilai suatu barang harus ditentukan
pada barang tersebut. Beras dan baju mempunyai harga atau nilai tukar. Permasalahan yang
muncul adalah berapa kg beras dapat ditukarkan untuk mendapatkan sebuah baju? Hal demikian ini sulit ditentukan, sehingga ditemui
kesulitan untuk menentukan harga atau nilai
beras dan baju.
 Pilihan pembeli dibatasi
Dalam perdagangan yang dilakukan secara barter, pihak pembeli terikat pada syarat-syarat
yang ditentukan pihak lain yang memiliki barang yang diinginkannya. Misalnya, A hanya
ingin menukarkan sebagian hasilnya, yaitu 100
kg gandum. Sedangkan B yang mencari gandum
mempunyai sapi yang harus ditukar dengan
500 kg gandum. Dalam keadaan seperti ini A
dapat memilih membatalkan pertukaran atau
menukar 500 kg gandum dengan sapi
 Pembayaran secara kredit sulit dilaksanakan
Jual beli secara kredit yang akan dibayar dengan
barang sulit dilaksanakan, karena kesulitan
menentukan jenis barang yang akan digunakan
untuk pembayaran. Di samping itu juga akan
timbul masalah mutu atau kualitas barang yang
akan digunakan untuk pembayaran.
 Kesulitan mengangkut dan menyimpan
Transaksi perdagangan secara barter akan menimbulkan masalah sehubungan dengan penyediaan barang-barang dalam jumlah besar. Di
samping itu, menyimpan barang dalam jumlah
banyak akan menimbulkan risiko. Penyimpanan barang memerlukan tempat dan biaya yang
besar pula.

Jenis-jenis Ekosistem Darat, Laut, dan Air Tawar


Jenis-jenis ekosistem darat, laut, dan air tawar

Ekosistem merupakan suatu interaksi yang kompleks dan
memiliki penyusun yang beragam. Di bumi ada berbagai
macam ekosistem. Secara garis besar ekosistem dibedakan
menjadi ekosistem darat dan ekosistem perairan. Ekosistem
perairan meliputi ekosistem air tawar dan ekosistem air laut.


1. Ekosistem Darat
Ekosistem darat ialah ekosistem yang lingkungan fisiknya
berupa daratan. Berdasarkan letak geografisnya (garis
lintangnya), ekosistem darat dibedakan menjadi beberapa
bioma, yaitu sebagai berikut.
a. Bioma Gurun
Beberapa bioma gurun terdapat di daerah tropis (sepanjang
garis balik) yang berbatasan dengan padang rumput. Ciri
ciri bioma gurun adalah gersang dan curah hujan rendah
(25 cm/tahun). Suhu siang hari tinggi (bisa mencapai 45°C)
sehingga penguapan juga tinggi, sedangkan malam hari suhu
sangat rendah (bisa mencapai 0°C). Perbedaan suhu antara
siang dan malam sangat besar. Tumbuhan semusim yang
terdapat di gurun berukuran kecil. Selain itu, di gurun
dijumpai pula tumbuhan menahun berdaun seperti duri atau
tak berdaun dan memiliki akar panjang serta mempunyai
jaringan untuk menyimpan air, contohnya kaktus. Hewan
yang hidup di gurun antara lain rodentia, ular, kadal, katak,
dan kalajengking.
b. Bioma Padang Rumput
Bioma ini terdapat di daerah yang terbentang dari daerah
tropis ke subtropis. Ciri-cirinya adalah curah hujan kurang
lebih 25 – 30 cm per tahun dan hujan turun tidak teratur.
Porositas (peresapan air) tinggi dan drainase (aliran air) cepat.
Tumbuhan yang ada terdiri atas tumbuhan terna (herba) dan
rumput yang keduanya tergantung pada kelembapan.
Hewannya antara lain bison, zebra, singa, anjing liar, serigala,
gajah, jerapah, kangguru, serangga, tikus, dan ular
c. Bioma Hutan Basah
Bioma hutan basah terdapat di daerah tropis dan subtropis.
Ciri-cirinya adalah curah hujan 200 – 225 cm per tahun.
Spesies pepohonan relatif banyak, jenisnya berbeda antara
satu dengan yang lainnya tergantung letak geografisnya.
Tinggi pohon utama antara 20 – 40 m, cabang-cabang pohon
tinggi dan berdaun lebat hingga membentuk tudung
(kanopi). Daerah tudung ini cukup mendapat sinar matahari.
Dalam hutan basah terjadi perubahan iklim mikro (iklim
yang langsung terdapat di sekitar organisme). Variasi suhu
dan kelembapan cukup tinggi dengan suhu rata-rata harian
25°C. Dalam hutan basah tropis sering terdapat tumbuhan
khas, yaitu liana (rotan), kaktus, dan anggrek sebagai epifit.
Hewan yang menghuni antara lain, kera, burung, badak,
babi hutan, harimau, dan burung hantu.
d. Bioma Hutan Gugur
Bioma hutan gugur terdapat di daerah beriklim sedang. Ciri
cirinya adalah curah hujan merata sepanjang tahun. Terdapat
di daerah yang mengalami empat musim (dingin, semi,
panas, dan gugur). Jenis pohon sedikit dan tidak terlalu rapat.
Hewannya antara lain rusa, beruang, rubah, bajing, burung
pelatuk, dan rakoon (sebangsa luwak).
e. Bioma Taiga
Bioma taiga terdapat di belahan bumi sebelah utara dan di
pegunungan daerah tropis. Ciri-cirinya adalah suhu di musim
dingin rendah. Biasanya taiga merupakan hutan yang tersusun
atas satu spesies seperti konifer, pinus, dan sejenisnya. Semak
dan tumbuhan basah sedikit sekali. Hewannya antara lain
moose, beruang hitam, ajag, dan burung-burung yang
bermigrasi ke selatan pada musim gugur.
f. Bioma Tundra
Bioma tundra terdapat di belahan bumi sebelah utara di
dalam lingkaran kutub utara dan terdapat di puncak-puncak
gunung tinggi. Pertumbuhan tanaman di daerah ini hanya
60 hari. Contoh tumbuhan yang dominan adalah Sphagnum,
lumut kerak, tumbuhan biji semusim, tumbuhan kayu yang
pendek, dan rumput. Pada umumnya, tumbuhannya
mampu beradaptasi dengan keadaan yang dingin. Hewan
yang hidup di daerah ini ada yang menetap dan ada yang
datang pada musim panas, semuanya berdarah panas.
Hewan yang menetap memiliki rambut atau bulu yang tebal,
contohnya rusa kutub, beruang kutub, dan serangga
terutama nyamuk dan lalat hitam.


2. Ekosistem Air Tawar
Ciri-ciri ekosistem air tawar antara lain variasi suhu tidak
menyolok, penetrasi cahaya kurang, dan terpengaruh oleh iklim
dan cuaca. Tumbuhan yang banyak ditemukan adalah jenis
ganggang, sedangkan lainnya tumbuhan biji. Hampir semua
filum hewan terdapat dalam air tawar. Organisme yang hidup
di air tawar pada umumnya telah beradaptasi. Adaptasi
tumbuhan air tawar mikroskopis yaitu dengan bersel satu dan
dinding selnya kuat seperti beberapa alga biru dan alga hijau.
Tumbuhan tingkat tinggi, seperti teratai (Nymphaea gigantea)
mempunyai akar jangkar (akar sulur). Hewan dan tumbuhan
rendah yang hidup di habitat air, tekanan osmosisnya sama
dengan tekanan osmosis lingkungan atau bersifat isotonis.
Adaptasi hewan air tawar, misalnya ikan dalam mengatasi
perbedaan tekanan osmosis melakukan osmoregulasi untuk
memelihara keseimbangan air dalam tubuhnya melalui sistem
ekskresi, insang, dan pencernaan.
Habitat air tawar merupakan perantara habitat laut dan
habitat darat. Berdasarkan kebiasaan hidup, organisme air tawar
dibedakan sebagai berikut.
a. Plankton, terdiri alas fitoplankton dan zooplankton; biasanya
melayang-layang (bergerak pasif) mengikuti gerak aliran air.
b. Nekton, hewan yang aktif berenang dalam air, misalnya ikan.
c. Neuston, organisme yang mengapung atau berenang di
permukaan air atau bertempat pada permukaan air, misalnya
serangga air.
d. Perifiton, merupakan tumbuhan atau hewan yang melekat
pada tumbuhan atau benda lain, misalnya siput.
e. Bentos, hewan dan tumbuhan yang hidup di dasar atau hidup
pada endapan. Bentos dapat sessil (melekat) atau bergerak
bebas, misalnya cacing dan remis.
Ekosistem air tawar digolongkan menjadi air tenang dan air
mengalir. Ekosistem air tenang meliputi danau dan rawa,
sedangkan ekosistem air mengalir adalah sungai.
a. Danau
Danau merupakan suatu badan air yang menggenang dan
luasnya mulai dari beberapa meter persegi hingga ratusan
meter persegi. Di danau terdapat pembagian daerah
berdasarkan penetrasi cahaya matahari. Daerah yang dapat
ditembus cahaya matahari sehingga terjadi fotosintesis
disebut daerah fotik. Daerah yang tidak tertembus cahaya
matahari disebut daerah afotik. Di danau juga terdapat daerah
perubahan temperatur yang drastis atau termoklin. Termoklin
memisahkan daerah yang hangat di atas dengan daerah
dingin di dasar.
Komunitas tumbuhan dan hewan tersebar di danau sesuai
dengan kedalaman dan jaraknya dari tepi. Berdasarkan hal
tersebut danau dibagi menjadi 4 daerah sebagai berikut.
1) Daerah litoral, merupakan daerah dangkal. Cahaya
matahari menembus dengan optimal. Air yang hangat
berdekatan dengan tepi. Tumbuhannya merupakan
tumbuhan air yang berakar dengan daun ada yang
mencuat ke atas permukaan air.
Komunitas organisme sangat beragam termasuk jenis
jenis ganggang yang melekat (khususnya diatom),
berbagai siput dan remis, serangga, Crustacea, ikan,
amfibi, reptil air dan semiair seperti kura-kura dan ular,
itik dan angsa, dan beberapa mamalia yang sering mencari
makan di danau.
2) Daerah limnetik, merupakan daerah air bebas yang jauh
dari tepi dan masih dapat ditembus sinar matahari.
Daerah ini dihuni oleh berbagai fitoplankton, termasuk
ganggang dan sianobakteri. Ganggang berfotosintesis dan
bereproduksi dengan kecepatan tinggi selama musim
panas dan musim semi. Zooplankton yang sebagian besar
termasuk Rotifera dan udang-udangan kecil memangsa
fitoplankton. Zooplankton dimakan oleh ikan-ikan kecil.
Ikan kecil dimangsa oleh ikan yang lebih besar, kemudian
ikan besar dimangsa ular, kura-kura, dan burung
pemakan ikan.
3) Daerah profundal, merupakan daerah yang dalam, yaitu
daerah afotik. Organisme yang ada hidup dengan men
dekomposisi detritus yang jatuh dari daerah limnetik.
Organisme yang menghuni adalah cacing dan mikroba.
4) Daerah bentik, merupakan daerah dasar danau tempat
terdapatnya bentos dan sisa-sisa organisme mati.
Berdasarkan produksi materi organiknya, terdapat dua
macam danau yaitu danau oligotropik dan danau eutropik.
Danau oligotropik merupakan danau yang dalam dan
kekurangan makanan, karena fitoplankton di daerah
limnetik tidak produktif. Ciri-cirinya, airnya jernih sekali,
dihuni oleh sedikit organisme, dan di dasar air banyak
terdapat oksigen sepanjang tahun. Danau eutropik
merupakan danau yang dangkal dan kaya akan kandungan
makanan, karena fitoplankton sangat produktif. Ciri-cirinya
adalah airnya keruh, terdapat bermacam-macam organisme,
dan oksigen terdapat di daerah profundal. Danau oligotrofik
dapat berkembang menjadi danau eutrofik akibat adanya
materi-materi organik yang masuk dan endapan. Perubahan
ini juga dapat dipercepat oleh aktivitas manusia, misalnya
dari sisa-sisa pupuk buatan pertanian dan timbunan sampah
kota yang memperkaya danau dengan buangan sejumlah
nitrogen dan fosfor. Akibatnya terjadi ledakan populasi
ganggang atau blooming, sehingga terjadi produksi detritus
yang berlebihan yang akhirnya menghabiskan suplai
oksigen di danau tersebut. Pengkayaan danau seperti ini
disebut eutrofikasi. Eutrofikasi menyebabkan air tidak dapat
digunakan lagi dan mengurangi nilai keindahan danau.
b. Sungai
Sungai adalah suatu badan air yang mengalir ke satu arah.
Air sungai dingin dan jernih serta mengandung sedikit
sedimen dan makanan. Aliran air dan gelombang secara
konstan memberikan oksigen pada air. Suhu air bervariasi
sesuai dengan ketinggian dan garis lintang.
Komunitas yang berada di sungai berbeda dengan danau. Air
sungai yang mengalir deras tidak mendukung keberadaan
komunitas plankton, karena akan terbawa arus. Sebagai
gantinya terjadi fotosintesis dari ganggang yang melekat dan
tanaman berakar, sehingga dapat mendukung rantai
makanan. Organisme sungai dapat bertahan tidak terbawa
arus karena mengalami adaptasi evolusioner. Misalnya
bertubuh tipis dorsoventral dan dapat melekat pada batu.
Beberapa jenis serangga yang hidup di sisi-sisi hilir menghuni
habitat kecil yang bebas dari pusaran air.



3. Ekosistem Air Laut
Ekosistem air laut dibedakan atas lautan, pantai, estuari, dan
terumbu karang.
a. Ekosistem Laut
Habitat laut (oseanik) ditandai oleh salinitas (kadar garam)
yang tinggi terutama di daerah laut tropis, karena suhunya
tinggi dan penguapan besar. Di daerah tropis, suhu air laut
sekitar 25°C. Perbedaan suhu bagian atas dan bawah tinggi.
Batas antara lapisan air yang panas di bagian atas dengan air
yang dingin di bagian bawah disebut daerah termoklin.
Di daerah dingin, suhu air laut merata sehingga air dapat
bercampur, akibatnya daerah permukaan laut tetap subur
sehingga banyak plankton dan ikan. Gerakan air dari pantai
ke tengah menyebabkan air bagian atas turun ke bawah dan
sebaliknya, sehingga memungkinkan terbentuknya rantai
makanan yang berlangsung baik. Habitat laut dapat
dibedakan berdasarkan kedalaman dan wilayah permukaan
secara horizontal. Menurut kedalamannya, ekosistem air laut
dibagi menjadi beberapa daerah, yaitu sebagai berikut.
1) Litoral merupakan daerah yang berbatasan dengan darat.
2) Neretik merupakan daerah yang masih dapat ditembus
cahaya matahari sampai bagian dasar yang dalamnya
± 300 meter.
3) Basial merupakan daerah yang dalamnya berkisar antara
200 – 2.500 m
4) Abisal merupakan daerah yang lebih dalam, yaitu antara
1.500 – 10.000 m.
Menurut wilayah permukaan secara horizontal, berturut
turut dari tepi laut semakin ke tengah, laut dibedakan sebagai
berikut.
1) Epipelagik merupakan daerah antara permukaan dengan
kedalaman air sekitar 200 m.
2) Mesopelagik merupakan daerah dibawah epipelagik
dengan kedalaman 200 – 1.000 m. Hewan yang hidup
misalnya ikan hiu.
3) Basiopelagik merupakan daerah lereng benua dengan
kedalaman 200 – 2.500 m. Hewan yang hidup di daerah
ini misalnya gurita.
4) Abisopelagik merupakan daerah dengan kedalaman
mencapai 4.000 m, tidak terdapat tumbuhan tetapi hewan
masih ada hewan yang hidup. Sinar matahari tidak
mampu menembus daerah ini.
5) Hadal pelagik merupakan bagian laut terdalam (dasar),
dengan kedalaman lebih dari 6.000 m. Ikan laut yang
hidup di bagian ini umumnya dapat mengeluarkan cahaya.
Sebagai produsen di tempat ini adalah bakteri kemo
sintesis.
Di laut, hewan dan tumbuhan tingkat rendah memiliki
tekanan osmosis sel yang hampir sama dengan tekanan
osmosis air laut. Hewan tingkat tinggi beradaptasi dengan
cara banyak minum air, pengeluaran urin sedikit, dan
pengeluaran air dengan cara osmosis melalui insang. Garam
yang berlebihan diekskresikan melalui insang secara aktif.
b. Ekosistem Pantai
Ekosistem pantai letaknya berbatasan dengan ekosistem
darat, laut, dan daerah pasang surut. Ekosistem pantai
dipengaruhi oleh daur harian pasang surut laut. Organisme
yang hidup di pantai memiliki adaptasi struktural sehingga
dapat melekat erat di substrat keras. Daerah pantai paling
atas hanya terendam saat pasang naik tertinggi. Daerah ini
dihuni oleh beberapa jenis ganggang, moluska, dan remis
yang menjadi makanan bagi kepiting dan burung pantai.
Daerah pantai bagian tengah terendam saat pasang tertinggi
dan pasang terrendah. Daerah ini dihuni oleh ganggang,
porifera, anemon laut, remis dan kerang, siput, kepiting,
landak laut, bintang laut, dan ikan-ikan kecil. Daerah pantai
terdalam terendam saat air pasang maupun surut. Daerah ini
dihuni oleh beragam Invertebrata, ikan, dan rumput laut.
Komunitas tumbuhan berturut-turut dari daerah pasang
surut ke arah darat dibedakan menjadi formasi pescaprae
dan formasi baringtonia. Pada formasi pescaprae paling
banyak ditemukan tumbuhan Ipomoea pescaprae yang tahan
terhadap hempasan gelombang dan angin; tumbuhan ini
menjalar dan berdaun tebal. Tumbuhan lainnya adalah
Spinifex littorius (rumput angin), Vigna sp, Euphorbia atoto,
dan Canaualia martina. Lebih ke arah darat lagi ditumbuhi
Crinum asiaticum (bakung), Pandanus tectorius (pandan), dan
Scaeuola Fruescens (babakoan). Pada formasi baringtonia
didominasi tumbuhan baringtonia, termasuk di dalamnya
Wedelia, Thespesia, Terminalia, Guettarda, dan Erythrina. Bila
tanah di daerah pasang surut berlumpur, maka kawasan ini
akan dihuni hutan bakau yang memiliki akar napas. Akar
napas merupakan adaptasi tumbuhan di daerah berlumpur
yang kurang oksigen. Selain berfungsi untuk mengambil
oksigen, akar ini juga dapat digunakan sebagai penahan dari
hempasan gelombang. Yang termasuk tumbuhan di hutan
bakau antara lain Nypa, Acathus, Rhizophora, dan Cerbera.
Jika tanah pasang surut tidak terlalu basah, pohon yang
sering tumbuh adalah Heriticra, Lumnitzera, Acgicras, dan
Cylocarpus.
c. Ekosistem Estuari
Estuari (muara sungai) merupakan tempat bersatunya
sungai dengan laut. Estuari sering dipagari oleh lempengan
lumpur intertidal yang luas atau rawa garam. Salinitas air
berubah secara bertahap mulai dari daerah air tawar ke laut.
Salinitas ini juga dipengaruhi oleh daur harian pasang surut.
Nutrien dari sungai memperkaya estuari.
Komunitas tumbuhan yang hidup di estuari antara lain rumput
rawa garam, ganggang, dan fitoplankton. Komunitas hewannya
antara lain berbagai cacing, kerang, kepiting, dan ikan.
Bahkan ada beberapa invertebrata laut dan ikan laut yang
menjadikan estuari sebagai tempat kawin atau bermigrasi untuk
menuju habitat air tawar. Estuari juga merupakan tempat
mencari makan bagi Vertebrata semiair, misalnya berbagai
unggas air.
d. Ekosistem Terumbu Karang
Di laut tropis, pada daerah neritik terdapat suatu komunitas
khusus yang terdiri dari karang dan organisme lainnya.
Komunitas ini disebut terumbu karang. Daerah komunitas
ini masih dapat ditembus cahaya matahari sehingga
fotosintesis dapat berlangsung.
Terumbu karang didominasi oleh karang (koral) yang men
sekresikan kalsium karbonat. Rangka dari kalsium karbonat
ini bermacam-macam bentuknya dan menyusun substrat
tempat hidup karang lain dan ganggang. Hewan-hewan yang
hidup di terumbu karang memakan organisme mikroskopis
dan sisa bahan organik. Berbagai Invertebrata, mikro
organisme, dan ikan hidup di antara karang dan ganggang.
Herbivora seperti siput, landak laut, dan ikan menjadi
mangsa bagi gurita, bintang laut, dan ikan karnivora.

Pengertian, Interkasi, dan Penyusun Komponen Biotik



Pengertian, Interkasi, dan Penyusun Komponen Biotik

Komponen biotik adalah komponen hidup yang ada di alam meliputi
semua makhluk hidup, seperti hewan, tumbuhan, mikroorganisme, dan
manusia. Di dalam ekosistem, makhluk hidup autotrof berperan sebagai
produsen.
a. Organisasi Kehidupan
Satuan organisasi kehidupan dalam Biologi dimulai dari yang kecil dan
sederhana sampai yang besar dan kompleks. Urutannya adalah sel-jaringanorgan-sistem organ-organisme. Sementara itu, jika kita lihat satuan organisasi
dalam ekosistem maka urutannya adalah individu-populasi-komunitasekosistem.
1) Individu
Sama halnya dengan sel dalam organisasi kehidupan, individu
merupakan satuan fungsional dan struktural terkecil dalam ekosistem.
Individu adalah satu makhluk hidup tunggal. Contoh individu adalah seorang
manusia, seekor ikan, seekor semut, seekor kupu-kupu, seekor
sapi, satu pohon mangga, satu pohon kelapa, dan satu pohon beringin.
Oleh karena satu individu adalah satu makhluk hidup tunggal yang
tidak dapat dipisah-pisahkan.
2) Populasi
Populasi merupakan sekelompok individu dari spesies makhluk hidup sejenis
yang menempati suatu kawasan tertentu. Dalam definisi tersebut yang sering
dipermasalahkan adalah istilah spesies. Sebenarnya, ada berbagai macam definisi
untuk spesies. Namun, dari begitu banyak definisi spesies tersebut, dapat
disimpulkan bahwa spesies adalah jenis individu yang memiliki struktur fisiologi
yang sama sehingga jika antarindividu tersebut melakukan perkawinan maka
mereka dapat menghasilkan keturunan yang fertil (subur).
Kumpulan dari spesies sapi akan membentuk populasi sapi. Kumpulan
dari spesies ikan akan membentuk populasi ikan. Begitu pula
jika spesies rumput berkumpul, akan terbentuk populasi rumput.
3) Komunitas
Perhatikan oleh Anda, pada suatu tempat tidak selalu dibentuk oleh
satu populasi saja. Suatu tempat di alam akan dihuni oleh beberapa populasi
yang beragam. Komunitas merupakan kumpulan bermacam-macam populasi
yang saling berinteraksi dan menempati kawasan tertentu. Dalam arti luas,
komunitas memang diartikan sebagai segala organisme yang menempati
kawasan tertentu. Di dalam komunitas terjadi interaksi di antara organismeorganisme yang membentuk komunitas tersebut
4) Ekosistem
Istilah ekosistem, pertama kali dikenalkan oleh Tansley pada tahun 1935.
Menurut Tansley, hubungan timbal balik antara komponen biotik (komponen
yang hidup) dan komponen abiotik (komponen tidak hidup) di alam,
ebenarnya merupakan hubungan antarkomponen yang membentuk suatu
sistem. Artinya, hubungan tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak
dapat dipisahkan. Oleh karena itu, gangguan pada satu komponen akan
memengaruhi keseluruhan komponen tersebut. Sistem ini disebut sistem
ekologi yang disingkat menjadi ekosistem. Contohnya adalah ekosistem
terumbu karang.
Setiap makhluk hidup dalam ekosistem menempati tempat tertentu yang
disebut habitat. Habitat dapat diartikan sebagai tempat tinggal suatu
organisme di alam. Suatu spesies memiliki habitat tertentu dalam ekosistem,
misalnya berudu memiliki habitat di dalam air yang tenang dan banyak
terdapat tumbuhan airnya.
Di samping habitat, dalam ekosistem dikenal juga istilah niche (nisia/
relung). Nisia merupakan status fungsional dari organisme dalam
ekosistemnya, sehubungan dengan tempat tinggal, tingkah laku, dan sifatsifat khas lainnya. Misalnya, nisia dari berudu dan siput pada air tenang yang
banyak tumbuhan air. Berudu dan siput mungkin menempati habitat yang
sama, tetapi nisianya tidak sama karena siput tidak dapat berenang bebas,
serta memiliki sifat-sifat serta aktivitas yang berbeda dengan berudu.
Dalam ekosistem yang stabil, setiap spesies menempati nisia tersendiri.
Bahkan dapat dikatakan bahwa dua spesies yang berbeda tidak mungkin
menempati nisia yang sama dalam suatu ekosistem untuk jangka waktu yang
lama. Ketika dua spesies menempati nisia yang sama dalam satu ekosistem,
akan terjadi persaingan yang sangat kuat. Salah satu spesies akan kalah dan
hilang dari ekosistem tersebut, bahkan mungkin akan mencari nisia yang
baru. Gabungan dari ekosistem yang ada di bumi disebut biosfer.
b. Interaksi Antarkomponen Biotik
Meskipun penyebaran makhluk hidup pada umumnya dipengaruhi oleh
adaptasi terhadap lingkungan biotik, makhluk hidup juga dipengaruhi oleh
interaksi biotik dengan individu lainnya. Dalam bahasan kali ini hanya akan
dijelaskan mengenai interaksi antarspesies, yaitu interaksi antarpopulasi yang
terjadi dalam suatu komunitas. Jika interaksi yang terjadi menyebabkan
individu berbeda spesies tersebut hidup secara permanen dalam jangka waktu
yang lama, dapat disebut simbiosis. 


Kemungkinan interaksi antarspesies
yang hidup dalam suatu komunitas sebagai beriku:.
Predasi merupakan interaksi predator dan mangsa. Contoh predasi,
yaitu hubungan antara serigala dan kambing. Pada predasi,
terdapat individu yang diuntungkan dan yang dirugikan.
Kompetisi adalah interaksi yang menyebabkan persaingan pada kedua
individu. Kompetisi yang terjadi pada hewan, contohnya macan tutul dan
macam kumbang yang sama-sama memangsa kerbau liar. Apakah kompetisi
juga terjadi pada tumbuhan?
Komensalisme merupakan interaksi antara dua individu yang
menguntungkan salah satu pihak, namun yang lain tidak dirugikan maupun
diuntungkan. Contohnya, alga yang hidup di atas cangkang penyu laut dan
barnakel yang hidup di kulit ikan paus.
Mutualisme merupakan interaksi antara dua individu dan
menguntungkan kedua belah pihak. Contohnya, interaksi antara Triconympha
dan rayap. 

Pengertian, Isi, dan Tujuan Konstitusi secara lengkap


a. Pengertian konstitusi
Konstitusi secara literal berasal dari istilah dalam bahasa Prancis, yaitu
constituer yang berarti “membentuk”. Penggunaan istilah konstitusi secara
ketatanegaraan memiliki arti pembentukan suatu negara atau menyusun dan
menyatakan suatu negara. Dalam bahasa Belanda, istilah konstitusi dikenal
dengan sebutan gronwet yang berarti undang – undang dasar.
Pengertian konstitusi dalam praktik tidak dapat dirumuskan secara pasti
karena setiap ahli merumuskan dengan cara pandangnya masing-masing.
Ada yang menyamakan istilah konstitusi dengan undang-undang dasar, tetapi
juga ada yang membedakan antara konstitusi dengan undang-undang dasar.
Berikut beberapa pengertian konstitusi.
1) K.C. Wheare
Konstitusi adalah keseluruhan sistem ketatanegaran suatu negara yang
berupa suatu kumpulan peraturan yang membentuk, mengatur dalam
pemerintahan negara (dalam Bagir Manan: 2001).
2) Sri Soemantri
Konstitusi adalah suatu naskah yang memuat suatu bangunan negara
dan sendi-sendi sistem pemerintahan negara (dalam Kaelan: 2002).
3) Herman Heller (dalam Kaelan: 2002)
Membagi pengertian konstitusi menjadi tiga.
a) Konstitusi yang bersifat politik sosiologis, yaitu konstitusi yang
mencerminkan kehidupan politik masyarakat.
b) Konstitusi yang bersifat yuridis, yaitu konstitusi merupakan kesatuan
kaidah yang hidup di dalam masyarakat.
c) Konstitusi yang bersifat politis, yaitu konstitusi yang ditulis dalam
suatu naskah sebagai undang-undang.
Dari beberapa pendapat para ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa
ada dua pengertian konstitusi, yaitu
1) dalam arti luas, merupakan suatu keseluruhan aturan dan ketentuan
dasar (hukum dasar yang meliputi hukum dasar tertulis dan hukum dasar
tidak tertulis yang mengatur mengenai suatu pemerintahan yang
diselenggarakan di dalam suatu negara;
2) dalam arti sempit, merupakan undang-undang dasar, yaitu suatu
dokumen yang berisi aturan-aturan dan ketentuan-ketentuan yang
bersifat pokok dari ketatanegaran suatu negara.
b. Tujuan konstitusi
Pada umumnya, konstitusi mempunyai tujuan untuk membatasi
kekuasaan penyelenggara negara agar tidak dapat berbuat sewenang-wenang
serta dapat menjamin hak-hak warga negara. Tujuan konstitusi ini merupakan
suatu gagasan yang dinamakan dengan konstitusionalisme. Maksud dari
konstitusionalisme adalah suatu gagasan yang memandang pemerintah
(penyelenggara pemerintahan) sebagai suatu kumpulan kegiatan yang
diselenggarakan oleh dan atas nama rakyat.
Negara-negara Asia dan Afrika pada dasarnya menerima
konstitusionalisme, seperti Filipina dan Indonesia yang memiliki UUD sebagai
suatu dokumen yang bermakna khas dan juga merupakan salah satu atribut
yang melambangkan kemerdekaannya. Adapun negara-negara yang
menganut ajaran (paham) komunisme pada umumnya menolak
konstitusionalisme disebabkan negara berfungsi ganda, yaitu
1) mencerminkan kemenangan-kemenangan yang sudah dicapai dalam
perjuangan ke arah tercapainya masyarakat komunis serta merupakan
pencatatan formal, dan
2) UUD memberikan kerangka dan dasar hukum untuk mengupayakan
terwujudnya masyarakat yang dicita-citakan (masyarakat tanpa kelas).
e. Isi konstitusi
Konstitusi suatu negara pada umumnya memuat atau berisi tentang halhal
berikut.
1) Gagasan politik, moral, dan keagamaan, serta perjuangan bangsa.
Contohnya, pernyataan Konstitusi Jepang 1947 dan Pembukaan UUD
Republik Indonesia 1945.
2) Ketentuan organisasi negara, memuat ketentuan-ketentuan mengenai
pembagian kekuasaan antara badan legislatif, eksekutif, dan yudikatif,
maupun dengan badan-badan negara yang lain.
3) Ketentuan hak-hak asasi manusia, memuat aturan-aturan yang menjamin
dan melindungi hak-hak asasi manusia bagi warga negara pada negara
yang bersangkutan.
4) Ketentuan prosedur mengubah undang-undang dasar, memuat aturanaturan
mengenai prosedur dan syarat dalam mengubah
konstitusi pada negara yang bersangkutan.
5) Ada kalanya konstitusi memuat larangan mengenai
mengubah sifat-sifat tertentu dari undang-undang dasar. Hal
ini dimaksudkan untuk menghindari terulangnya hal-hal yang
telah diatasi dan tidak dikehendaki lagi, seperti timbulnya
seorang diktator. Sebagai contoh, UUD Negara Jerman
melarang untuk mengubah sifat federalisme yang sudah
ditetapkan dalam UUD sebab bila menjadi negara kesatuan,
dikuatirkan akan muncul seorang Hitler yang baru.
class='blog-feeds'