Showing posts with label IPS. Show all posts
Showing posts with label IPS. Show all posts

Fungsi asli, fungsi turunan, dan fungsi dinamis uang



Fungsi uang
Dalam kehidupan masyarakat dewasa ini, uang memegang peranan yang sangat penting. Bahkan
uang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan. Sulit membayangkan orang dapat
hidup tanpa uang. Dalam sistem perekonomian, uang mempunyai
tujuan pokok, yaitu: memudahkan pertukaran barang dan jasa,
 dapat menghemat waktu dan tenaga untuk melangsungkan perdagangan.
Fungsi uang, berarti kegunaan uang itu bagi setiap orang, organisasi atau masyarakat yang memilikinya. Fungsi uang yang sedemikian penting 
itu dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu: fungsi pri
mer, fungsi sekunder, dan fungsi dinamis.



a. Fungsi asli atau fungsi primer
Fungsi asli uang dapat dibedakan menjadi du
yaitu: uang sebagai alat tukar umum dan uang se
bagai alat satuan hitung atau pengukur nilai.
1. Uang sebagai alat tukar umum (medium of
change)
Dengan uang, seseorang dapat dengan muda
menukarkannya dengan apa yang dikehendaki da
yang dibutuhkannya. Dalam hal ini, uang mem
punyai daya beli. Uang dapat mempermudah pe
tukaran barang dan jasa, serta memperlanca
perekonomian. Jadi, uang dapat ditukarkan denga
berbagai jenis barang/jasa yang diperlukan secar
mudah.
2. Uang sebagai alat satuan hitung (unit of accoun
atau pengukur nilai (standard of value)
Satuan hitung adalah nilai suatu barang dan jas
yang dinyatakan dengan uang. Sebagai satuan h
tung berarti uang dipergunakan sebagai alat untu
menunjukkan nilai barang dan jasa yang diperjua
belikan di pasar dan besarnya kekayaan yang bis
dihitung berdasarkan penentuan harga barang te
sebut. Atau bahwa uang itu dipakai sebagai satua
untuk mengukur nilai tukar atau harga barang.


b Fungsi turunan atau fungsi sekunder
Dengan adanya fungsi asli uang, munculla
fungsi-fungsi lain yang disebut fungsi turunan
Fungsi turunan dapat dibedakan sebagai beriku
1. Uang sebagai alat pembayaran yang sah (mean
of payment)
Pemerintah menetapkan, bahwa uang itu ada
lah tanda pembayaran yang sah. Artinya, uang it
harus diterima sebagai alat pembayaran yang sa
Uang berfungsi sebagai alat pembayaran yang da
pat diterima oleh semua orang. Misalnya: untu
membayar pajak, gaji, jasa, denda, utang pember
an hadiah, penghargaan atas prestasi seseorang
pembelian barang, dan lain-lain.
2. Uang sebagai alat untuk menabung
Orang yang mempunyai kelebihan penghasila
dapat menyisihkan sebagian uangnya untuk dita
bung atau disimpan di bank. Menurut J.M. Keyne
alasan seseorang menabung uangnya dalam ben
tuk tunai adalah untuk melakukan transaksi, be
jaga-jaga, atau spekulasi. Karena kalau orang ingi
menyimpan atau menabung, maka barang yan
disimpan atau ditabung adalah uang.
3. Uang sebagai alat menimbun kekayaan
(store value)
Dengan uang seseorang dapat menimbun ke
kayaan dengan cara membeli tanah, rumah, kenda
raan, dan perhiasan. Dengan uang seseorang aka
lebih mudah menukarkan suatu barang denga
barang lain yang ia kehendaki.
4. Uang sebagai alat untuk menciptakan kesempatan
kerja.
Orang dapat menggunakan uang untuk membuka lapangan kerja baru atau memperluas usahanya.
Ia dapat mendirikan pabrik, membuka bengkel, membuka perkebunan atau usaha dagang. Semua usaha
itu dapat menyerap tenaga kerja, sehingga mengurangi pengangguran. Adanya uang memungkinkan
serta mendorong diadakannya spesialisasi dan
pembagian kerja, yang menjadi landasan meningkatnya produktivitas dan efisiensi kehidupan
ekonomi modern. Uang merupakan lambang kedudukan dalam masyarakat serta dasar kekuasaan
ekonomi. Harapan untuk mendapatkan uang mendorong orang untuk bekerja dan berusaha.
5. Standar pembayaran utang (standard of deffered
payment)
Uang disebut alat pembayaran yang sah, tidak
hanya dalam hal jual beli barang dan jasa, tetapi
juga bila tidak ada balas jasa yang langsung diterima. Misalnya orang membayar pajak kepada negara, melunasi utang, dan membayar denda.
6. Penunjuk harga
Dalam perdagangan barang dan jasa, uang itu
ditetapkan sebagai penunjuk harga untuk satuan
barang atau jasa.
7. Alat pembentuk modal.
Jika seseorang atau beberapa orang mendirikan atau sedang menjalankan perusahaan maka
modal perusahaan itu dinyatakan dengan uang.


c. Fungsi dinamis
Uang dapat menentukan kegiatan perekonomian terutama dalam kegiatan moneter dan fiskal di
mana kebijakan yang dapat ditempuh oleh suatu
negara maupun oleh seseorang kadang-kadang dipengaruhi oleh beredarnya uang di masyarakat,
sehingga pada gilirannya akan timbul kecenderungan-kecenderungan terhadap pengaruh naiknya
barang-barang atau sebaliknya mungkin akan berakibat turunnya harga barang-barang tersebut.
Sebagai contoh, kebijakan pemerintah dalam
bidang moneter dan fiskal untuk mengatasi inflasi
jelas sebagai akibat dari pengaruh uang secara dinamis, yang mengakibatkan harga-harga barang
kebutuhan pokok naik secara drastis. Sebaliknya,
pemerintah akan melakukan kebijakan terhadap
arus beredarnya barang atau jasa di masyarakat.
Dengan demikian, pemerintah selalu berupaya
menstabilkan lalu lintas uang dan barang agar
dampak negatif dari fungsi uang secara dinamis
dapat digunakan sebagai salah satu derajat perkembangan perekonomian bangsa secara positif

Pengertian, Sejarah, dan Kelemahan Sistem Barter


Sistem perekonomian barter

Dahulu manusia hidup secara nomaden (berpindah-pindah) atau semi nomaden. Segala kebutuhan hidupnya diperoleh dari alam, baik langsung maupun tidak langsung. Kebudayaan masyarakat
masih sangat sederhana, sehingga hasil kebudayaannya pun sangat terbatas. Di dalam masyarakat
yang sangat sederhana (primitif), orang belum mengenal atau menggunakan uang sebagai alat tukar.
Pada masyarakat tradisional itu tiap orang berusaha menghasilkan sendiri apa yang dibutuhkannya.
Sesuatu yang dihasilkan dari berburu, menangkap
ikan, mengambil hasil hutan, dan bertani, langsung dikonsumsi oleh anggota keluarganya. Dengan kata lain, antara produksi dan konsumsi tidak ada pemisahan. Mereka bertindak sebagai produsen (penghasil) sekaligus sebagai konsumen (pemakai). Mereka hidup menyendiri dan berkelompok dalam suasana kekeluargaan di lingkungan
yang terisolir. Setiap orang berusaha memenuhi kebutuhannya dengan kemampuannya sendiri.
Kebudayaan manusia lambat laun berkembang. Seiring dengan perkembangan itu, berkembang pula
kebutuhan manusia. Kebutuhan manusia semakin beraneka ragam bentuknya. Akibatnya, manusia tidak lagi mampu memenuhi seluruh kebutuhannya dengan hasil karyanya sendiri, apalagi tidak semua
kebutuhan dapat langsung diambil dari alam. Ketidakmampuan untuk memenuhi semua kebutuhan
sendiri mendorong orang untuk berpikir, bagaimana caranya agar kebutuhannya dapat dipenuhi.
Itulah sebabnya orang mulai mencari partner kerja sama, dengan tujuan untuk saling menguntungkan. Mereka saling menukarkan harta miliknya sehingga kebutuhannya dapat terpenuhi.
Orang yang mempunyai telur dan memerlukan beras, mencari partner yang mempunyai beras dan
sekaligus memerlukan telur. Bila pemilik telur yang
memerlukan beras itu menemukan orang yang mempunyai beras dan membutuhkan telur, maka
terjadilah tukar-menukar barang antara orang satu dengan orang yang lain.
Dengan demikian, kegiatan perekonomian dilakukan dengan cara langsung tukar-menukar barang. Dalam perekonomian disebut sistem barter. Jadi, barter adalah sistem tukar antara barang dengan barang atau dengan kata lain sistem tukarmenukar secara innatura.
Perekonomian barter merupakan suatu sistem kegiatan ekonomi masyarakat di mana kegiatan produksi dan perdagangan masih sangat sederhana,
kegiatan tukar-menukar masih terbatas dan jual
beli dilakukan dengan tukar-menukar barang.
Dalam kenyataannya perekonominan barter
menghadapi banyak kesulitan yang dapat menghambat perkembangan perekonomian. Kesulitankesulitan perekonomian barter adalah sebagai
berikut.
 Kesulitan menemukan kehendak ganda yang selaras
(double coincidence of wants)
Di dalam perdagangan barter diperlukan kehendak yang selaras. Artinya, setiap orang yang
ingin mengadakan tukar-menukar barang dengan orang lain harus memiliki barang yang
diinginkan pihak lain dan mencari barang pihak lain. Kehendak ganda tersebut secara kebetulan dapat terjadi, tetapi untuk menemukan
keinginan ganda ini ternyata tidak mudah.
 Harga atau nilai sukar ditentukan
Dalam perekonomian barter, cara menentukan
harga atau nilai suatu barang harus ditentukan
pada barang tersebut. Beras dan baju mempunyai harga atau nilai tukar. Permasalahan yang
muncul adalah berapa kg beras dapat ditukarkan untuk mendapatkan sebuah baju? Hal demikian ini sulit ditentukan, sehingga ditemui
kesulitan untuk menentukan harga atau nilai
beras dan baju.
 Pilihan pembeli dibatasi
Dalam perdagangan yang dilakukan secara barter, pihak pembeli terikat pada syarat-syarat
yang ditentukan pihak lain yang memiliki barang yang diinginkannya. Misalnya, A hanya
ingin menukarkan sebagian hasilnya, yaitu 100
kg gandum. Sedangkan B yang mencari gandum
mempunyai sapi yang harus ditukar dengan
500 kg gandum. Dalam keadaan seperti ini A
dapat memilih membatalkan pertukaran atau
menukar 500 kg gandum dengan sapi
 Pembayaran secara kredit sulit dilaksanakan
Jual beli secara kredit yang akan dibayar dengan
barang sulit dilaksanakan, karena kesulitan
menentukan jenis barang yang akan digunakan
untuk pembayaran. Di samping itu juga akan
timbul masalah mutu atau kualitas barang yang
akan digunakan untuk pembayaran.
 Kesulitan mengangkut dan menyimpan
Transaksi perdagangan secara barter akan menimbulkan masalah sehubungan dengan penyediaan barang-barang dalam jumlah besar. Di
samping itu, menyimpan barang dalam jumlah
banyak akan menimbulkan risiko. Penyimpanan barang memerlukan tempat dan biaya yang
besar pula.

Bentuk-Bentuk, Tujuan, dan Pengertian Kerja Sama Ekonomi Internasional


Bentuk-Bentuk, Tujuan, dan Pengertian Kerja Sama Ekonomi Internasional
1. Pengertian Kerja Sama Ekonomi Internasional
Untuk memenuhi semua kebutuhannya, suatu negara perlu bekerja sama
dengan negara lain atau perlu kerja sama ekonomi internasional.
Suatu negara di dunia, walaupun
sudah modern, wilayahnya luas, dan
sumber daya alamnya melimpah, tidak
akan pernah mampu hidup mandiri
tanpa berhubungan dengan negara lain.
Dewasa ini dengan semakin modern
kebudayaan umat manusia di suatu
negara, justru semakin tinggi tingkat
kebergantungannya terhadap negara lain.
Apakah kerja sama ekonomi internasional
itu?
Kerja sama ekonomi
internasional adalah suatu kerja sama
dalam bidang ekonomi yang dilakukan
oleh suatu negara dengan negara lain.
Kerja sama tersebut dapat terjadi hanya
melibatkan dua negara saja maupun lebih.

2. Tujuan Kerja Sama Ekonomi Internasional
Kerja sama ekonomi internasional dapat berjalan dengan harmonis apabila tiap
negara yang terlibat dapat menikmati keuntungannya. Selain itu, kerja sama tersebut
juga harus didasari rasa ingin membantu negara lain. Mereka yang terlibat dalam
kerja sama ekonomi internasional harus memahami tujuan diadakannya kerja sama
tersebut.
Secara rinci, kerja sama ekonomi internasional bertujuan sebagai berikut.
a. Mencukupi Kebutuhan dalam Negeri
Tidak ada negara yang memiliki
semua barang dan jasa untuk memenuhi
kebutuhan warga negaranya. Bagi negara
yang memiliki kelebihan suatu produk
tertentu dapat menjual ke negara lain
sehingga semua negara dapat memperoleh
barang yang dibutuhkan.
b. Meningkatkan Produktivitas
dalam Negeri
Dengan melakukan kerja sama
ekonomi dengan negara lain, suatu negara
bisa memperoleh bahan produksi yang
belum dimiliki. Sumber-sumber
produksi yang tidak terdapat di dalam
negeri bisa diimpor dari luar negeri.
Dengan demikian, produksi di dalam negeri menjadi lebih lancar sehingga
produktivitasnya meningkat.
c. Memperluas Lapangan Kerja
Kerja sama ekonomi internasional membuat ketercukupan sumber-sumber
produksi yang semula tidak dimiliki oleh suatu negara. Oleh karena ketercukupan
sumber-sumber produksi maka proses produksi bisa berjalan. Hal ini dapat
menciptakan lapangan kerja.
d. Meningkatkan Pendapatan Negara melalui Ekspor
Ekspor dilakukan apabila harga di luar negeri lebih tinggi daripada di dalam
negeri. Oleh karena itu, ekspor dapat meningkatkan pendapatan karena perolehan
penjualan meningkat.
e. Memperkuat Rasa Persahabatan
Dengan melakukan kerja sama ekonomi internasional, jalinan persahabatan
negara-negara yang terlibat menjadi semakin baik. Hal ini karena adanya kesadaran
bahwa mereka saling membutuhkan.

3. Bentuk-Bentuk Kerja Sama Ekonomi Internasional
Banyak negara yang melakukan kerja sama ekonomi internasional karena
menyadari bahwa kerja sama ekonomi internasional memberikan manfaat. Kerja
sama ini dapat dilakukan antara negara maju dengan negara berkembang, atau antara
sesama negara maju. Kerja sama antara negara maju dengan negara berkembang
diwujudkan dalam bentuk tukar-menukar barang mentah dengan barang jadi, atau
pertukaran barang mentah dengan modal dan tenaga ahli. Sedangkan kerja sama
antara sesama negara maju diwujudkan dalam bentuk pertukaran tenaga ahli serta
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
Dilihat dari letak geografisnya, kerja sama ekonomi internasional dapat dibedakan
menjadi tiga sebagai berikut:
a. Kerja sama ekonomi internasional, yaitu kerja sama di bidang ekonomi yang
dilakukan oleh banyak negara di dunia.
b. Kerja sama ekonomi regional, yaitu kerja sama ekonomi yang dilakukan oleh
negara-negara yang berada dalam suatu kawasan tertentu.
c. Kerja sama ekonomi antarregional, yaitu kerja sama ekonomi yang dilakukan
oleh negara-negara yang berada dalam satu kawasan dengan negara-negara yang
berada di kawasan yang lain.
Berdasarkan banyaknya negara peserta, kerja sama ekonomi internasional dapat
dibedakan menjadi dua sebagai berikut.
a. Kerja sama ekonomi bilateral, yaitu kerja sama ekonomi yang dilakukan oleh
dua negara.
b. Kerja sama ekonomi multilateral, yaitu kerja sama ekonomi yang dilakukan oleh
lebih dari dua negara.

Organisasi Kerja Sama Ekonomi Regional dan Internasional


a.  Association of South East Asian Nation (ASEAN)
ASEAN dibentuk pada tanggal
8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand,
dengan Deklarasi Bangkok. Pendiriannya
diprakarsai oleh lima negara yaitu Adam
Malik dari Indonesia, Tun Abdul Razak
dari Malaysia, Thanat Khoman dari
Thailand, Narsico Ramos dari Filipina, dan
S. Rajaratnam dari Singapura. Saat ini
anggota ASEAN sebanyak 10 negara di
kawasan Asia Tenggara, yaitu: Indonesia,
Malaysia, Thailand, Filipina, Singapura,
Brunai Darussalam, Kamboja, Laos,
Myanmar, dan Vietnam.
Tujuan ASEAN adalah mewujudkan kerja sama di bidang ekonomi, sosial,
kebudayaan, dan pendidikan pada negara anggotanya, di antaranya sebagai berikut:
1. Mempercepat pertumbuhan ekonomi dan  kemajuan sosial budaya di kawasan
Asia Tenggara.
2. Menciptakan keamanan dan perdamaian di kawasan Asia Tenggara.
3. Membantu memecahkan permasalahan yang terjadi di kawasan Asia Tenggara.
4. Meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi di kawasan Asia Tenggara.
Untuk menjalankan tugasnya, ASEAN membentuk komite sebagai berikut:
1. Komite Bahan Makanan, Pertanian, dan Kehutanan (Committee on Food Agri-
cultural and Forest, disingkat CFAF) yang berkedudukan di Indonesia.
2. Komite Perdagangan dan Pariwisata  (Committee on Trade and Tourism, disingkat
COTT) yang berkedudukan di Singapura.
3. Komite Keuangan dan Perbankan (Committee on  Finance and Banking, disingkat
COFB) yang berkedudukan di Thailand.
4. Komite Industri, Perdagangan, dan Energi (Committee on  Industry, Mining and
Energy, disingkat COIME) yang berkedudukan di Philipina.
5. Komite Transportasi dan Komunikasi (Committee on  Transportation and Com-
munication, disingkat COTAC) yang berkedudukan di Malaysia.
6. Komite Kebudayaan dan Informasi (Committee on Cultural and Information).
b. European Economic Community (EEC)
EEC lebih dikenal dengan istilah (Masyarakat Ekonomi Eropa), disingkat MEE.
MEE merupakan organisasi negara-negara Eropa yang didirikan pada tanggal 1 Januari
1958 berdasarkan Perjanjian Roma, Italia. Adapun negara-negara yang menjadi
anggota MEE adalah:
1. Belanda  2. Belgia  3. Denmark 4. Inggris 5. Irlandia 6. Jerman
7. Luxemburg 8. Prancis 9. Yunani 10. Italia
Tujuan EEC atau MEE adalah menyusun politik
perdagangan bersama dan mendirikan daerah
perdagangan bebas antarnegara anggota Eropa Barat.
MEE juga menjalin kerja sama di bidang per-
dagangan dengan negara-negara ASEAN.
Tujuan EEC atau MEE adalah menyusun politik
perdagangan bersama dan mendirikan daerah
perdagangan bebas antarnegara anggota Eropa Barat.
MEE juga menjalin kerja sama di bidang per-
dagangan dengan negara-negara ASEAN.
c. Asean Free Trade Area (AFTA)
AFTA dibentuk pada waktu Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke IV di
Singapura tahun 1992. Organisasi perdagangan bebas kawasan ASEAN ini sepakat
untuk menurunkan tarif dan menghapus hambatan nontarif dalam perdagangan
yang dimulai tahun 2002.
AFTA bertujuan meningkatkan daya saing ekonomi negara-negara ASEAN
dengan menjadikan ASEAN sebagai basis produksi pasar dunia, untuk menarik
investasi dan meningkatkan perdagangan antaranggota ASEAN.
d.  Asian Pasific Economic Cooperation (APEC)
APEC dibentuk di Canbera, Australia pada tahun 1989. APEC merupakan kerja
sama ekonomi negara-negara di kawasan Asia Pasifik. Saat ini jumlah anggota  APEC
sudah mencapai 21 negara yang di antaranya sebagai berikut.
1. Dari Benua Amerika adalah: Amerika
Serikat, Kanada, Meksiko, dan Chili.
2. Dari Benua Asia adalah: China,
Jepang, Korea Selatan, Hongkong,
Taiwan, dan Rusia.
3. Dari Benua Australia adalah: Australia,
Selandia Baru, dan Papua Nugini.
4. Dari ASEAN adalah: Indonesia, Malaysia,
Thailand, Singapura, Filipina,Brunei Darussalam, dan Vietnam.
Tujuan APEC adalah membentuk
kerja sama perdagangan, investasi,
pariwisata, dan peningkatan sumber daya manusia yang saling menguntungkan.
APEC ingin membentuk perdagangan bebas di kawasan Asia Pa
e. Organization Petrolium Exporting Countries (OPEC)
OPEC didirikan di Caracas, Venezuela oleh lima negara
pengekspor minyak yaitu Saudi Arabia, Kuwait, Iran, Irak, dan
Venezuela tahun 1960. Saat ini OPEC beranggotakan 13 negara,
yaitu 5 negara pendiri dan lainnya adalah: Libya, Indonesia,
Nigeria, Aljazair, Gabon, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Ecuador.
OPEC mempunyai tujuan sebagai berikut.
1. Memenuhi kebutuhan minyak dunia dengan saling
menguntungkan.
2. Mengatur pemasaran minyak sehingga tidak terjadi perang
harga di antara sesama negara penghasil minyak.
3. Menentukan jumlah produksi minyak dunia.
Selain organisasi kerja sama ekonomi regional juga terdapat organisasi kerja sama
ekonomi yang bersifat internasional. Kerja sama ekonomi internasional merupakan
kerja sama ekonomi antarnegara dalam suatu lembaga, baik lembaga internasional di
bawah PBB maupun lembaga internasional di luar PBB. Organisasi kerja sama ekonomi
internasional ini adalah menyelesaikan masalah-masalah internasional, khususnya di
bidang ekonomi, dan menentukan langkah yang saling menguntungkan. Contohnya,
penetapan tarif bea masuk, harga,  dan jumlah produksi.
Berikut ini beberapa contoh kerja sama ekonomi internasional di bawah naungan
PBB.
a. (International Monetary Fund (IMF)  atau Lembaga Moneter
Internasional. IMF berdiri tanggal 27 September 1945, dan
tujuan utamanya membantu negara-negara yang
mengalami defisit neraca pembayaran. Secara lebih luas,
tujuan IMF sebagai berikut.
1) Memperluas perdagangan internasional kesempatan kerja
serta meningkatkan pendapatan riil negara-negara anggota.
2) Memperluas kerja sama di bidang moneter anggotanya.
3) Mewujudkan stabilitas kurs valuta asing negara anggota.
4) Mewujudkan sistem pembayaran internasional yang
mudah.
b. Food Agriculture Organization (FAO) atau Organisasi
Pangan dan Pertanian. FAO didirikan pada tanggal
16 Oktober 1945 dan berkedudukan di Roma, Italia. FAO
mempunyai tujuan ingin meningkatkan kuantitas dan
kualitas persediaan pangan dunia.
c. International Labor Organization (ILO) atau organisasi
perburuhan internasional. ILO didirikan pada tanggal
11 April 1919 dan berkedudukan di Jeneva, Swiss. ILO
bertujuan untuk memperjuangkan keadilan dan perbaikan
nasib buruh beserta keluarganya.
d. International Bank for Reconstruction and Development
(IBRD)
IBRD atau sering disebut Bank Dunia berdiri tanggal 27 Desember 1945 di
Washington DC. Indonesia ikut menjadi anggota Bank Dunia pada tahun 1954.
Bank Dunia dibentuk untuk memberikan kredit jangka panjang kepada negara
yang sedang berkembang.
e. United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) atau organisasi
pembangunan industri PBB. UNIDO didirikan pada tanggal 24 Juli 1967 dan
berkedudukan di Wina, Austria. UNIDO bertujuan untuk memajukan industri
di negara berkembang.
f. General Agreement on Tariffs and Trade (GATT)
GATT didirikan  pada tahun1948 di Jeneva. GATT merupakan perjanjian umum
tentang tarif dan perdagangan. GATT bertujuan menghilangkan hambatan di bidang
perdagangan, dan menghendaki terwujudnya perdagangan bebas di seluruh dunia.
GATT diubah menjadi WTO (World Trade Organization). Tugas dan fungsi WTO
adalah menyelenggarakan dan mengawasi pelaksanaan perdagangan bebas dunia
yang akan mulai diberlakukan di seluruh dunia tahun 2020.

latar belakang, sejarah, tujuan, pelaksanaan KTT dan peranan Indonesia dalam Gerakan Non Blok GNB


latar belakang, sejarah, tujuan, pelaksanaan KTT dan peranan Indonesia dalam Gerakan Non Blok GNB
1. Latar Belakang Berdirinya GNB
Gerakan Non Blok (non-aligned) merupakan organisasi negara-negara yang tidak
meminak Blok Barat maupun Blok Timur. Berdirinya Gerakan Non Blok di latar
belakangi oleh hal-hal sebagai berikut.
(1) Diilhami Konferensi Asia-Afrika di Bandung (1955) di mana negara-negara yang
pernah dijajah perlu menggalang solidaritas untuk melenyapkan segala bentuk
kolonialisme
(2) Adanya krisis Kuba pada tahun 1961 di mana Uni Soviet membangun pangkalan
peluru kendali secara besar-besaran di Kuba hal ini mengakibatkan Amerika
Serikat merasa terancam sehingga suasana menjadi tegang. Ketegangan antara
Blok Barat dn Blok Timur ini mendorong terbentuknya GNB.
Adapun berdirinya Gerakan Non
Blok diprakarsai oleh:
(a) Presiden Soekarno dari Indonesia,
(b) Presiden Gamal Abdul Nasser dari
Republik Persatuan Arab-Mesir,
(c) Perdana Menteri Pandith Jawa-
harlal Nehru dari India,
(d) Presiden Josep Broz Tito dari Yugo-
slavia, dan
(e) Presiden Kwame Nkrumah dari
Ghana.

2. Tujuan Gerakan Non Blok
Gerakan Non Blok bertujuan meredakan ketegangan dunia sebagai akibat
pertentangan antara Blok Barat dan Blok Timur.

3. Pelaksanaan KTT Gerakan Non Blok
a. KTT I GNB (1 – 6 September 1961) di Beograd, Yugoslavia, Pelaksanaan KTT I
GNB ini didorong oleh adanya krisis Kuba. Konferensi ini dihadiri oleh 25 negara
dan menghasilkan Deklarasi Beograd  yang intinya  menyerukan untuk
menghentikan perang dingin dan mendamaikan antara Amerika Serikat dan
Uni Soviet.
Keputusan KTT I GNB ini melalui Presiden Soekarno dan Presiden Medibo
Keita (dari Mali) disampaikan kepada Presiden F.Kennedy (Presiden Amerika
Serikat). Sedangkan PM Nehru (India) dan presiden Kwame Nkrumah (Ghana)
menyampaikan kepada PM. Kruschev (Perdana Menteri Uni Soviet).
b. KTT II GNB (5 – 10 Oktober 1964) di Kairo, Mesir. Pada KTT II GNB ini diikuti
oleh 47 Negara peserta serta 10 peninjau lainnya antara lain Sekretaris Jendral
Organisasi Persatuan Afrika dan Liga Arab. Masalah perkembangan dan
kerjasama ekonomi juga mendapat perhatian pada KTT II GNB ini.
c. KTT III GNB (8 – 10 September 1970) di Lusaka, Zambia. Negara peserta yang
hadir ada 53 negara. Hasil terpenting KTT kali ini adalah perlunya upaya
meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran negara berkembang.
d. KTT IV GNB (5 – 9 September 1973) di Algiers, Aljazair. KTT IV GNB ini
membahas tentang peningkatan kerjasama dan saling pengertian antara negaranegara
yang sedang berkembang serta berusaha meredakan ketegangan di Timur
Tengah
pergolakan di Rhodesia, dan bagian – bagian Afrika
lainnya.
e. KTT V GNB (16 – 19 September 1976) di Kolombo, Srilangka pada KTT V GNB
ini membahas tentang penyelamatan dunia dari ancaman perang nuklir dan
berusaha memajukan negara – negara Non Blok.
f. KTT VI GNB (3 – 9 September 1979) di Havana, Kuba. KTT bertujuan
memperjuangkan bantuan ekonomi bagi negara-negara Non Blok dan
menggiatkan peran PBB dalam tata ekonomi dunia baru.
g. KTT VII GNB (7 – 12 Maret 1983) di New Delhi, India. KTT menghasilkan
seruan dilaksanakannya demokrasi tata ekonomi yakni dihapuskannya
proteksionisme oleh negara maju.
h. KTT VIII GNB (1 – 6 September 1986) di Harane, Zimbabue. KTT kali ini
menghasilkan seruan dihapuskannya politik Apartheid di Afrika Selatan serta
membahas sengketa Irak-Iran.
i. KTT IX GNB (4 – 7 September 1989) di Beograd, Yugoslavia. KTT yang dihadiri
oleh 102 negara ini berhasil membahas kerja sama Selatan – Selatan ( antar
negara  berkembang ).
j. KTT X GNB (1 – 6 September 1992) di Jakarta, Indonesia. KTT yang dihadiri
oleh 108 negara ini berhasil merumuskan “Pesan Jakarta” (Jakarta Message) antara
lain berusaha menggalang kerja sama Selatan-Selatan dan Utara-Selatan.
k. KTT XI GNB (16 – 22 Oktober 1995) di Cartagena, Kolombia. KTT ini dihadiri
oleh 113 Negara yang bertujuan memperjuangkan restrukturisasi dan
demokratisasi di PBB.
l. KTT XII GNB (1 – 6 September 1998) di Durban, Afrika Selatan. KTT XI GNB
ini dihadiri oleh 113 negara, bertujuan memperjuangkan demokratisasi dalam
hubungan internasional.
m. KTT XIII GNB (Februari 2003) di Kuala Lumpur, Malaysia.
n. KTT XIV GNB (2006) di Havana, Kuba.

4. Pengaruh dari Gerakan Non Blok
Gerakan Non Blok mempunyai pengaruh yang besar di antaranya sebagai berikut.
a. Pernyataan dari kedua negara adikuasa (Amerika Serikat dan Uni Asoviet) untuk
mengurangi senjata-senjata nuklirnya.
b. Gencatan senjata antara Irak dan Iran.
c. Usaha penyelesaian sengketa di Kamboja secara damai.
d. Penarikan pasukan Uni Soviet dari Afganistan.
e. Meningkatkan hubungan kerja sama di bidang ekonomi antar anggota Gerakan
Non Blok dan dengan negara- negara maju di luar Gerakan Non Blok.

5. Peranan Indonesia dalam Gerakan Non Blok
Indonesia ikut memegang peranan penting dalam Gerakan Non Blok, yakni
sebagai berikut.
a. Ikut memprakarsai berdirinya Gerakan Non Blok dengan menandatangani
Deklarasi Beograd sebagai hasil Konferensi Tingkat Tinggi Gerakan Non Blok I
pada tanggal 1-6 September 1961.
b.  Indonesia sebagai tempat penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi Gerakan
Non Blok X yang berlangsung pada tanggal 1-6 September 1992 di Jakarta.

latar belakang, konferensi tingkat tinggi KTT, sejarah, dan tujuan berdirinya ASEAN


latar belakang, konferensi tingkat tinggi ktt, sejarah, dan tujuan berdirinya ASEAN
1. Latar Belakang Terbentuknya ASEAN
ASEAN (Association of South East Asia Nations), atau Perhimpunan Bangsa –
Bangsa Asia Tenggara (PERBARA), merupakan organisasi  kerja sama regional negara-
negara Asia Tenggara di bidang ekonomi, sosial, dan kebudayaan. Meskipun organisasi
ini bertekad mewujudkan stabilitas dan keamanan kawasan Asia Tenggara dari
pengaruh asing, tetapi bukan merupakan organisasi politik. Hal ini dapat dilihat
dari latar belakang berdirinya ASEAN
Berdirinya ASEAN didorong oleh beberapa faktor di antaranya sebagai berikut.
a. Faktor Intern (dari dalam), yakni setelah berakhirnya Perang Dunia II lahirlah negara-
negara baru di Asia Tenggara. Munculnya negara-negara baru ini pada umumnya
banyak memiliki persamaan masalah, oleh karena itu perlu sikap dan tindakan
bersama untuk mewujudkan stabilitas dan keamanan kawasan ini melalui ASEAN.
b. Faktor Ekstern (dari luar), yakni akibat krisis Indocina yang ditimbulkan oleh
gerakan komunis yang berusaha menguasai seluruh Vietnam, Laos dan Kamboja
(Kampuchea) sebagai negara komunis, maka negara-negara tetangga di kawasan
ini merasa khawatir dan bersepakat menghadapi ancaman ini dengan
membentuk ASEAN.

2. Sejarah Berdirinya ASEAN
Di Asia Tenggara ada dua organisasi yang membawa pada pembentukan.
Pertama, Association of Southeast Asia (ASA) yang dibentuk  berdasarkan Deklarasi
Bangkok tahun 1961 antara Malaysia, Muang Thai, dan Filipina. Kedua,
MAPHILINDO yang dibentuk pada tahun 1963, merupakan musyawarah antara
negara-negara Malaysia, Filipina, dan Indonesia. Karena adanya “Krisis Federasi
Malayasia” yang kurang memuaskan Indonesia dan Malaysia, maka diawali dengan
ajakan Thanat Khoman dari Birma kepada Tun Abdul Razak dari Malaysia maupun
Adam Malik dari Indonesia pada bulan Mei 1967 maka terbentuklah Deklarasi
ASEAN.
Deklarasi ASEAN ditandatangani
pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok
(Deklarasi Bangkok) oleh lima utusan
dari 5 negara di kawasan Asia Tenggara.
Ke lima tokoh yang menandatangani
Deklarasi Bangkok adalah :
1) Adam Malik (Menteri Luar Negeri
Indonesia);
2) Tun Abdul Razak (Wakil Perdana
Menteri Malaysia);
3) S. Rajaratnam (Menteri Luar Negeri
Singapura);
4) Narsisco Ramos (Menteri Luar Negeri Filipina); dan
5) Thanat Khoman (Menteri Luar Negeri Muang Thai).
Kelima negara di atas merupakan anggota ASEAN pada
awal berdirinya. Selanjutnya dalam perkembangannya
sampai sekarang ini anggota ASEAN sudah bertambah 5
negara, yakni :
1) Brunei Darussalam (tanggal 7 Januari 1984),
2) Vietnam (28 Juni 1995),
3) Laos (23 Juli 1997),
4) Myanmar (23 Juli 1997), dan
5) Kampuchea (16 Desember 1998).

3. Tujuan ASEAN
Maksud dan tujuan ASEAN seperti yang tercantum dalam Deklarasi Bangkok
8 Agustus 1967 adalah sebagai berikut.
(1) Mempercepat pertumbuhan ekonomi,
kemajuan sosial serta pengembangan kebudayaan di kawasan Asia Tenggara.
(2) Meningkatkan perdamaian dan
stabilitas regional.
(3) Meningkatkan kerja sama yang aktif
serta saling membantu satu sama
lain dalam masalah ekonomi, sosial,
budaya, teknik, ilmu pengetahuan
dan administrasi.
(4) Saling memberikan bantuan dalam
bentuk sarana- sarana latihan dan
penelitian dalam bidang-bidang
pendidikan, professional, teknik dan
administrasi.
(5) Bekerja sama dengan lebih efektif dalam meningkatkan penggunaan pertanian
serta industri, perluasan perdagangan komoditi internasional, perbaikan saranasarana
pengangkutan dan komunikasi serta peningkatan taraf hidup rakyat.
(6) Meningkatkan studi-studi tentang Asia T(7) Memelihara kerja sama yang erat dan berguna bagi organisasi-organisasi
internasional dan regional yang ada dan bertujuan serupa.

4. Struktur Organiasi ASEAN
Untuk melaksanakan maksud dan tujuan ASEAN, maka dibentuklah struktur
organisasi ASEAN. Struktur organisasi ini antara sebelum dan sesudah KTT I di Bali
1976 ada perbedaan.
a. Sebelum KTT I di Bali 1976 Struktur Organisasinya Sebagai
Berikut.
(1) Sidang Tahunan Para Menteri Luar Negeri (ASEAN Ministerial Meeting). Sidang
Tahunan ini merupakan sidang tertinggi yang diadakan setiap tahun secara
bergilir di negara anggota.
(2) Standing committee, diketuai oleh Menteri Luar Negeri Tuan Rumah, tugasnya
melanjutkan pekerjaan ASEAN dalam jangka waktu di antara sidang-sidang
tahunan para Menteri Luar Negeri.
(3) Komisi-komisi Tetap (Permanent Committee), yang beranggotakan  tenaga ahli
serta pejabat pemerintah negara-negara anggota. Tugas utama komisi ini adalah
memberikan rekomendasi terhadap rencana program ASEAN dan
melaksanakan program tersebut setelah mendapat persetujuan dari Sidang
Tahunan Para Menteri.
(4) Komisi-Komisi Khusus (Ad Hoc Committee), yakni Komisi khusus di bentuk
sesuai kebutuhan ASEAN.
(5) Sekretariat Nasional ASEAN (National Secretariats), yang bertugas untuk
mengkoordinasi pada tahap nasional dalam melaksanakan keputusan-keputusan
para menteri ASEAN dan mempersiapkan agenda pertemuan Standing Comitte.
b. Sesudah KTT I di Bali 1976 Struktur Organisasinya Ada
Perubahan, Sebagai Berikut.
(1) Pertemuan Para Kepala Pemerintahan ( Summit Meeting ).
(2) Sidang Tahunan Para Menteri Luar Negeri ASEAN.
(3) Sidang Para Menteri-Menteri Ekonomi.
(4) Sidang para Menteri lainnya (Non- Ekonomi).
(5) Standing Committee.
(6) Komite-Komite.

5. Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN
a. KTT I di Bali (23 – 25 Februari 1976)
KTT I ASEAN ini dihadiri para pimpinan negara ASEAN. Dalam KTT I ini
disepakati tentang perluasan kerja sama dengan kerja sama di bidang politik,
pertahanan, keamanan, dan intelejen. Selain itu untuk menjamin stablitas dan
keamanan kawasan dan intervensi asing maka dikeluarkan Declaration of ASEAN
Concord (Deklarasi Kesepakatan ASEAN). Juga disepakati tentang Perjanjian
Persahabatan dan Kerja Sama di Asia Tenggara (Treaty of Amity and Cooperation in
South East Asia),  antara lain berisi tentang dasar perilaku persahabatan antarnegara
anggota. Juga dalam KTT I ini disetujui tentang pembentukan sekretariat ASEAN di
Indonesia. HR. Dharsono dari Indonesia dipilih sebagai Sekjen ASEAN Pertama.
b. KTT II di Kuala Kumpur (4 – 5 Agustus 1977) yang lebih memfokuskan pada
masalah-masalah  hubungan ekonomi dengan Jepang, Australia, dan Selandia
Baru.
c. KTT III di Manila (14 – 15 Desember 1987).
Dalam KTT III ini berhasil menandatangani Deklarasi Manila, yang isinya antara
lain tentang kerja sama dalam segala bidang untuk melawan proteksionisme negara-
negara industri dan mengadakan usaha bersama guna menjaga ketertiban, keamanan,
dan stabilitas di kawasan Asia Tenggara.
d. KTT IV di Singapura ( 27 – 29 Januari 1992).
KTT IV ini mempunyai arti penting karena diadakan pada saat yang tepat yakni
pada waktu dunia sedang mengalami berbagai perubahan. Perubahan positif tersebut
berupa tercapainya persetujuan mengenai penyelesaian masalah Kamboja yang akan
membuka kesempatan bagi ASEAN untuk menjalin hubungan yang lebih erat dengan
negara-negara eks Indochina di kawasan Asia Tenggara.
e. KTT V di Bangkok, Thailand (14 – 15  Desember 1995)
f. KTT VI di Hanoi, Vietnam (15 – 16 Desember 1998)
g. KTT VII di Bandar Sri Begawan, Brunei Darussalam (5 – 6 November 2001)
h. KTT VIII di Phnom Penh, Kamboja (4 - 5 November 2003)
i. KTT IX di Bali, Indonesia (7 – 8 Oktober 2003)
j . KTT X di Vientiane, Laos ( 29 – 30 November 2003)
k. KTT XI di Kuala Lumpur, Malaysia (12 – 14 Desember 2005).
6. Peranan Indonesia dalam ASEAN
Peranan Indonesia dalam ASEAN sangat besar di antaranya sebagai berikut.
a. Indonesia merupakan salah satu negara pemrakarsa berdirinya ASEAN  pada
tanggal 8 Agustus 1967.
b. Indonesia berusaha membantu pihak- pihak yang bersengketa untuk mencari
penyelesaian dalam masalah Indocina. Indonesia berpendapat bahwa
penyelesaian Indochina secara keseluruhan dan Vietnam Khususnya sangat
penting dalam menciptakan stabilisasi di kawasan Asia Tenggara. Pada tanggal
15 – 17 Mei 1970 di Jakarta diselenggarakan konferensi untuk membahas
penyelesaian pertikaian Kamboja. Dengan demikian Indonesia telah berusaha
menyumbangkan jasa-jasa baiknya untuk mengurangi ketegangan- ketegangan
dan konflik-konflik bersenjata di Asia Tenggara.
c. Indonesia sebagai penyelenggara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pertama
ASEAN yang berlangsung di Denpasar, Bali pada tanggal 23 – 24 Februari
1976.
d. Pada tanggal 7 Juni 1976 Indonesia pernah ditunjuk sebagai tempat kedudukan
Sekretariat Tetap ASEAN dan sekaligus ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal
Pertama adalah Letjen. H.R. Dharsono yang kemudian digantikan oleh Umarjadi
Njotowijono.

latar belakang, sejarah, tujuan, hasil, dan peranan Indonesia dalam Konferensi Asia Afrika


Latar Belakang, Sejarah, Tujuan, Hasil dan Peranan Indonesia dalam Konferensi Asia Afrika KAA  
1. Latar Belakang Diselenggarakannya Konferensi AsiaAfrika
a. Bangsa-bangsa Asia – Afrika  memiliki  persamaan nasib dan sejarah yakni samasama
menjadi sasaran penjajahan bangsa-bangsa Eropa.
b. Semakin meningkatnya kesadaran bangsa-bangsa Asia-Afrika yang masih
terjajah untuk memperoleh kemerdekaan misalnya, Yaman sedang berjuang
membebaskan Aden dari kekuasaan Inggris, Rakyat Aljazair, Tumisia, Maroko,
Sudan, dan Kongo sedang membebaskan tanah airnya  dari kekuasaan bangsa
Eropa, dan lain-lain.
c. Perubahan politik yang terjadi setelah Perang Dunia II berakhir yakni situasi
internasional diliputi kecemasan akibat adanya perlombaan senjata antara Blok
Barat dan Blok Timur.
d. Diantara bangsa-bangsa Asia yang telah merdeka masih belum terdapat
kesadaran untuk bersatu, yang kemudian Rusia dan Amerika Serikat ikut
melibatkan diri dalam masalah tersebut.
Misalnya:
1) Persengketan RRC-Taiwan untuk memperebutkan Pulau Quemoi.
2) Persengketan India-Pakistan untuk memperebutkan wilayah Kasmir
3) Persengketan Korea Utara-Korea Selatan masalah perbatasan.
e. PBB seringkali tidak mampu mengatasi persengketaan antarnegara. Seruan
Dewan Keamanan PBB sering dilanggar negara-negara yang sedang berselisih
f. Kepentingan politik luar negeri Indonesia untuk menggalang kekuatan negara-
negara Asia-Afrika agar mendukung merebut Irian Barat (Papua) melalui PBB.
g. Bangsa-bangsa Asia-Afrika tidak ingin terlibat dalam Perang Dingin, tetapi ingin
memusatkan perhatian pada pembangunan sehingga memerlukan kerja sama.

2. Sejarah Terwujudnya Konferensi Asia-Afrika
Terwujudnya konferensi Asia-Afrika didahului oleh Konferensi Colombo dan
Konferensi Bogor.
a. Konferensi Colombo (Konferensi Pancanegara I)
Pada tanggal 28 April-2 Mei 1954 diadakan konferensi di Colombo, ibu kota
Srilangka. Adapun  wakil dari 5 negara yang hadir tersebut sekaligus akan menjadi
sponsor KAA sebagai berikut.
1) Indonesia, diwakili oleh Perdana Menteri Ali
Sastroamidjoyo
2) India, diwakili oleh Perdana Menteri Shri Pandit
Jawarhalal Nehru
3) Pakistan diwakili oleh Perdana Menteri Mohammad Ali
Jinnah.
4) Birma (sekarang Myanmar), diwakili oleh Perdana
Menteri Unu.
5) Srilangka, diwakili oleh Perdana Menteri Sir John
Kotelawala.
Dalam konferensi ini Indonesia mengusulkan agar
diadakan konferensi  yang lebih luas jangkauannya, tidak
hanya negara-negara Asia, tetapi juga beberapa negara Afrika.
Gagasan ini disambut positip dan Perdana Menteri Ali Sastroamidjoyo  mendapat
mandat untuk menjajagi kemungkinan dilaksanakan konferensi Asia-Afrika.
Dalam konferensi Colombo ini diputuskan antara lain sebagai berikut.
a. Indocina harus dimerdekakan dari penjajahan Perancis.
b. Menuntut kemerdekaan bagi Tunisia dan Maroko.
c. Menyetujui dan mengusahakan adanya konferensi Asia-Afrika dan memilih
Indonesia sebagai penyelenggara.
b. Konferensi Bogor (Konferensi Pancanegara II)
Pada tanggal 28-31 Desember 1954 diadakan Konferensi di Bogor. Konferensi
ini merupakan kelanjutan dari Konferensi Colombo, di mana negara-negara sponsor
akan mengevaluasi hasil penjajagan Indonesia dalam mempersiapkan KAA.
Hal-hal yang menjadi pokok pembicaraan dalam Konferensi Bogor adalah tujuan
konferensi, tempat konferensi, agenda pembicaraan negara-negara yang akan
diundang dan kesekretariatan.
Rekomendasi yang diajukan dalam sidang ini adalah sebagai berikut.
a) Mengadakan Konferensi Asia-Afrika di Bandung dalam bulan April 1955.
b) Menetapkan kelima negara peserta konferensi Colombo sebagai negara-negara
sponsor.
c) Menetapkan 25 negara-negara Asia-Afrika yang akan diundang.
d) Menentukan tujuan konferensi Asia-Afrika.

3. Tujuan Konferensi Asia-Afrika
a. Mengembangkan saling pengertian dan kerja sama antar bangsa-bangsa AsiaAfrika,
serta untuk menjajagi dan melanjutkan kepentingan timbal balik
maupun
kepentingan bersama.
b. Meninjau masalah-masalah hubungan sosial, ekonomi dan kebudayaan dalam
hubungannya dengan negara-negara peserta.
c. Mempertimbangkan masalah-masalah mengenai kepentingan khusus dari
bangsa-bangsa Asia-Afrika  seperti yang menyangkut  kedaulatan nasional,
rasionalisme, dan kolonialisme.
d. Meninjau kedudukan Asia-Afrika serta rakyatnya, serta memberikan sumbangan
untuk meningkatkan perdamaian dan kerja sama internasional.

4. Pokok-Pokok Agenda Pembicaraan KAA
a. kerja sama ekonomi;
b kerja sama budaya;
c. hak-hak asasi manusia dan hak menentukan nasib sendiri;
d. masalah kolonialisme, imperialisme seperti Belanda di Irian Barat (sekarang
Papua), Perancis di Maroko, Aljazair dan Tunisia;
e. masalah perdamaian dunia dan kerja sama internasional (termasuk di dalamnya
beberapa aspek tentang PBB, soal hidup berdampingan, masalah Indocina, Aden
dan masalah perlucutan senjata).

5. Negara-Negara yang Hadir dalam KAA
Konferensi Asia-Afrika berlangsung pada tanggal 18-25 April 1955 bertempat
di Gedung Merdeka, Bandung. Konferensi ini dihadiri oleh 29 negara (termasuk
lima negara sponsor) dari 30 negara yang diundang. Satu negara yang tidak hadir
yakni Federasi Afrika Tengah (Rhodesia dan Nyasa) karena sedang terjadi pergolakan
politik orang-orang Negro menentang ras diskriminasi.
Adapun negara-negara yang hadir dalam KAA adalah :
1. Indonesia  2. India 3. Birma (Myanmar) 4. Pakistan  5. Srilangka  6. Afghanistan 7. Kamboja (Kampuchea) 8. Republik Rakyat China 9. Mesir 10. Ethiopia 11. Ghana (Pantai Emas) 12. Iran 13. Irak 14. Jepang 15. Yordania 16. Laos  17. Libanon   18. Liberia   19. Libia   20. Nepal   21. Filipina
22. Saudi Arabia   23. Sudan   24. Syiria  25. Muang Thai   26. Turki   27. Vietnam Utara   
28. Vietnam Selatan  29. Yaman

6. Hasil-Hasil Konferensi
Konferensi Asia-Afrika menghasilkan beberapa keputusan yang disepakati para
peserta sebagai berikut:
a. Kerja sama ekonomi, antara lain mengusahakan kemajuan ekonomi, memajukan
perdagangan, saling memberikan bantuan teknik, dan mendirikan bank-bank.
b. Kerja sama kebudayaan, antara lain memajukan kerja sama kebudayaan sebagai
jalan terpenting untuk mendapatkan pengertian antara bangsa-bangsa Asia Afrika,
memajukan pendidikan dan pengajaran dengan pertukaran pelajar,
pelatih,
dan guru.
c. Masalah hak asasi manusia, yakni menjunjung tinggi hak-hak asasi manusia
seperti yang tercantum dalam Piagam PBB serta menentang ras diskriminasi.
d. Masalah bangsa-bangsa yang belum merdeka, yakni menentang adanya
imperialisme dan menuntut kemerdekaan bagi rakyat Aljazair, Maroko, dan
Tunisia.
e. Masalah-masalah lain, yakni mengakui hak-hak bangsa Arab di Palestina dan
menuntut soal Palestina diselesaikan secara damai, menuntut kembalinya wilayah
Irian Barat (sekarang Papua) kepada Indonesia serta menuntut hak wilaya Aden
bagi Yaman.
f. Mengusahakan perdamaian dan kerja sama di  dunia dengan cara berikut.
1) Mendesak PBB untuk menerima negara-negara yang telah memenuhi
persyaratan yakni Kamboja, Srilangka, Jepang, Yordania, Laos, Libya, Nepal
dan Vietnam.
2) Mengusulkan supaya diadakan pelarangan atas pembuatan, percobaan dan
penggunaan senjata nuklir.
3) Mengusulkan  diadakan kerja sama semua negara di seluruh dunia atas
dasar menghormati hak-hak manusia.
g. Pernyataan mengenai usaha memajukan
perdamaian dan kerja sama di dunia. Selain
keputusan KAA di atas, konferensi AsiaAfrika
juga mengajak semua bangsa di dunia
untuk hidup bersama dalam perdamaian
dan menjalankan kerja sama dalam
suasana persahabatan atas dasar sepuluh
prinsip yang dikenal dengan “Dasasila
Bandung” (Bandung Declaration).
Adapun isi Dasasila Bandung selengkapnya
adalah :
1) Menghormati hak-hak dasar manusia dan
tujuan-tujuan serta asas-asas yang termuat
dalam Piagam PBB.
2) Menghormati kedaulatan dan integritas
teritorial semua bangsa.
3) Mengakui persamaan ras, dan persamaan
semua bangsa baik besar maupun kecil.
4) Tidak melakukan intervensi atau campur tangan dalam soal-soal besar maupun
kecil.
5) Menghormati hak tiap-tiap bangsa untuk mempertahankan diri secara sendirian
atau secara kolektif, yang sesuai dengan Piagam PBB.
6) a. Tidak menggunakan peraturan-peraturan pertahanan kolektif untuk
bertindak bagi kepentingan khusus salah satu negara besar
b. Tidak melakukan tekanan terhadap negara lain.
(7) Tidak melakukan tindakan-tindakan atau ancaman agresi ataupun penggunaan
kekerasan terhadap integritas teritorial atau kemerdekaan politik suatu negara.
(8) Menyelesaikan segala perselisihan internasional dengan jalan damai,
perundingan, persetujuan, arbitrase atau penyelesaian hukum, ataupun cara
damai lain lagi menurut pihak-pihak yang bersangkutan, sesuai dengan Piagam
PBB.
(9) Memajukan kerja sama untuk kepentingan bersama.
(10) Menghormati hukum dan kewajiban-kewajiban internasional.

7. Pengaruh Konferensi Asia – Afrika
Konferensi Asia-Afrika di tutup secara resmi pada tanggal 24 April 1955. para
utusan kembali ke negaranya  masing-maisng untuk memperjuangkan hasil-hasil
konferensi secara bersama-sama. Konferensi Asia-Afrika membawa pengaruh atau
akibat penting, misalnya :
a. Berkurangnya ketegangan dan bahaya pecahnya peperangan yang bersumber
dari persengketaan masalah Taiwan antara RRC dengan Amerika Serikat.
b. Perjuangan bangsa-bangsa Asia-Afrika untuk mencapai kemerdekaan semakin
meningkat. Hal ini tampak dengan meningkatnya jumlah negara-negara AsiaAfrika
yang merdeka setelah tahun 1955.
c. Politik luar negeri bebas aktif yang dijalankan Indonesia, India, Birma, dan
Srilangka mulai diikuti negara-negara lain yang tidak masuk Blok Barat maupun
Blok Timur.
Di samping itu KAA memiliki arti penting karena merupakan cetusan rasa setia
kawan (solidaritas) bangsa-bangsa Asia-Afrika serta mengilhami berdirinya Gerakan
Non Blok.

8. Peranan Indonesia dalam Konferensi Asia - Afrika
a. Indonesia ikut memprakarsai dan sebagai tempat
penyelenggaraan Konferensi Pancanegara II yang
berlangsung tanggal 28-29 Desember 1954 di Bogor
(Jawa Barat). Konferensi ini sebagai pendahuluan dari
Konferensi Asia Afrika.
b. Indonesia ikut memprakarsai dan sebagai tempat
penyelenggaraan Konferensi Asia-Afrika yang
berlangsung pada tanggal 18-24 April 1955 di Gedung
Merdeka Bandung (Jawa Barat). Dalam konferensi ini
beberapa tokoh Indonesia menduduki peranan penting,
di antaranya adalah :
Ketua Konferensi : Mr. Ali Sastroamidjoyo, Sekretaris
Jenderal Konferensi : Ruslan Abdulgani, Ketua Komite
Kebudayaan : Mr. Muh. Yamin, dan Ketua Komite Ekonomi:
Prof. Ir. Roseno.

Hasil, Sejarah, dan Artikel Pemilu Pertama 1955


Hasil, Sejarah, dan Artikel Pemilu Pertama 1955

Semenjak Indonesia menggunakan sistem Kabinet Parlementer keadaan politik
tidak stabil. Partai-partai politik tidak bekerja untuk kepentingan rakyat akan tetapi
hanya untuk kepentingan golongannya saja. Wakil-wakil rakyat yang duduk di
Parlemen merupakan wakil-wakil partai yang saling bertentangan. Keadaan yang
demikian rakyat menginginkan segera dilaksanakan pemilihan umum. Dengan
pemilihan umum diharapkan dapat terbentuk Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)
sehingga dapat memperjuangkan aspirasi rakyat sehingga terbentuk pemerintahan
yang stabil.
Pemilihan Umum merupakan program pemerintah dari setiap kabinet, misalnya
kabinet Alisastroamijoyo I bahkan telah menetapkan tanggal pelaksanaan pemilu.
Akan tetapi Kabinet Ali I tersebut sudah jatuh sebelum melaksanakan Pemilihan
Umum. Akhirnya pesta demokrasi rakyat tersebut baru dapat dilaksanakan pada
masa pemerintahan Kabinet Burhanuddin Harahap.
Pelaksanaan Pemilihan Umum sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan
Panitia Pemilihan Umum Pusat dilaksanakan dalam dua gelombang, yakni :
1. gelombang I, tanggal 29 September 1955 untuk memilih anggota- anggota
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), dan
2. gelombang II, tanggal 15 Desember 1955 untuk memilih anggota- anggota
Konstituante (Badan Pembuat Undang- Undang Dasar).
Suatu pesta demokrasi nasional pertama kali yang diadakan sejak Indonesia
merdeka itu dilakukan oleh lebih dari 39 juta rakyat Indonesia. Mereka mendatangi
tempat-tempat pemungutan suara guna menyalurkan haknya sebagai pemilih. Dalam
pelaksanakannya, Indonesia dibagi dalam 16 daerah pemilihan yang meliputi 208
kabupaten, 2.139 kecamatan, dan 43.429 desa.
Dalam Pemilihan Umum tersebut diikuti oleh banyak partai politik,
organisasi, dan perorangan pun juga ikut, sehingga DPR terbagi dalam
banyak fraksi di antaranya keluar
sebagai empat besar adalah : (1) Fraksi Masyumi (60 anggota); (2) Fraksi PNI
(58 anggota); (3) Fraksi NU (47 anggota); (4) Fraksi PKI (32
anggota). Seluruh anggota DPR hasil Pemilu I tersebut berjumlah 272
anggota, yaitu dengan perhitungan bahwa seorang anggota DPR mewakili
300.000 orang penduduk. Sedangkan anggota Konstituante berjumlah 542 orang.
Pada tanggal 25 Maret 1956 DPR hasil pemilihan umum dilatik. Sedangkan anggota
konstituante dilantik pada tanggal 10 November 1956.
Pemilihan Umum I tahun 1955 berjalan secara demokratis, aman, dan tertib
sehingga merupakan suatu prestasi yang luar biasa di mana rakyat telah dapat
menyalurkan haknya tanpa adanya paksaan dan ancaman. Walaupun Pemilu berjalan
sukses akan tetapi hasil dari Pemilu tersebut belum dapat memenuhi harapan rakyat
karena masing- masing partai masih mengutamakan kepentingan partainya daripada
untuk kepentingan rakyat. Oleh karena itu pada waktu itu masih mengalami krisis
politik dan berakibat lahirnya Demokrasi Terpimpin.


Sejarah, Isi, dan Latar Belakang Tritura (Tri Tuntutan Rakyat)


Sejarah, Isi, dan Latar Belakang Tritura (Tri Tuntutan Rakyat)
Aksi yang dilakukan oleh Gerakan 30 September segera diketahui oleh
masyarakat bahwa PKI terlibat di dalamnya. Oleh karena itu berbagai elemen
masyarakat melakukan demonstrasi-demonstrasi menuntut kepada pemerintah
untuk membubarkan PKI beserta ormas-ormasnya. Akan tetapi pemerintah tidak
segera mengambil tindakan yang tegas terhadap PKI yang telah melakukan
pengkhianatan terhadap bangsa dan negara. Apalagi kondisi ekonomi yang
memburuk, harga-harga membumbung tinggi sehingga menambah penderitaan
rakyat. Hal inilah yang melatarbelakangi munculnya kesatuan-kesatuan aksi.
 Pada tanggal 25 Oktober 1965 terbentuklah Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia
(KAMI). Selanjutnya diikuti oleh kesatuan- kesatuan aksi yang lain, misalnya
Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI), Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia
(KAPI), Kesatuan Aksi Buruh Indonesia (KABI), Kesatuan Aksi Sarjana Indonesia
(KASI), Kesatuan Aksi Wanita Indonesia (KAWI), dan Kesatuan Aksi Guru Indonesia
(KAGI).
Ketika gelombang demonstrasi yang menuntut pembubaran PKI semakin keras
pemerintah tidak segera mengambil tindakan. Oleh karena itu pada tanggal 10 Januari
1966 KAMI dan KAPPI memelopori kesatuan-kesatuan aksi yang tergabung dalam
Front Pancasila mendatangi DPR- GR menuntut Tiga Tuntutan Hati Nurani Rakyat
yang terkenal dengan Tri Tuntutan Rakyat (Tritura). Adapun Tri Tuntutan Rakyat itu
adalah sebagai berikut.
a. Pembubaran PKI.
b. Pembersihan kabinet dari unsur-
unsur G 30 S / PKI.
c. Penurunan harga/perbaikan ekono-
mi.
Ketiga tuntutan di atas mengingin-
kan perubahan di bidang politik, yakni
pembubaran PKI beserta ormasormasnya
dan pembersihan kabinet dari
unsur G30 S /PKI. Selain itu juga
keinginan adanya perubahan ekonomi
yakni penurunan harga.

sejarah pemberontakan di/tii dan cara menanggulanginya


Peristiwa DI/TII dan Cara yang Dilakukan Oleh
Pemerintah dalam Penanggulangannya
1. Pemberontakan DI / TII di Jawa Barat
Pada tanggal 7 Agustus 1949 di suatu desa di Kabupaten Tasikmalaya (Jawa
Barat), Sekarmadji Maridjan Kartosuwirjo memproklamirkan berdirinya Negara
Islam Indonesia. Gerakannya dinamakan Darul Islam (DI) sedang tentaranya
dinamakan Tentara Islam Indonesia (TII). Gerakan ini dibentuk pada saat Jawa Barat
ditinggal oleh pasukan Siliwangi yang berhijrah ke Yogyakarta dan Jawa Tengah
dalam rangka melaksanakan ketentuan dalam Perundingan Renville.
Ketika pasukan Siliwangi berhijrah, gerombolan DI/TII ini dapat leluasa
melakukan gerakannya dengan membakar rumah-rumah rakyat, membongkar rel
kereta api, menyiksa dan merampok harta benda penduduk. Akan tetapi setelah
pasukan Siliwangi mengadakan long march kembali ke Jawa Barat, gerombolan
DI/TII ini harus berhadapan dengan pasukan Siliwangi.
Usaha untuk menumpas pemberontakan DI/TII ini memerlukan waktu yang
lama disebabkan oleh beberapa faktor, yakni :
(1) medannya berupa daerah pegunungan-pegunungan sehingga sangat
mendukung pasukan DI/TII untuk bergerilya,
(2) pasukan Kartosuwiryo dapat bergerak dengan leluasa di kalangan rakyat,
(3) pasukan DI /TII mendapat bantuan dari beberapa orang Belanda, antara lain
pemilik-pemilik perkebunan dan para pendukung negara Pasundan,
(4) suasana politik yang tidak stabil dan sikap beberapa kalangan partai politik telah
mempersulit usaha-usaha pemulihan keamanan.
Selanjutnya dalam menghadapi aksi
DI/TII pemerintah mengerahkan pasukan
TNI untuk menumpas gerombolan ini.
Pada tahun 1960 pasukan Siliwangi
bersama rakyat melakukan operasi “Pagar
Betis” dan operasi “Bratayudha.”  Pada
tanggal 4 Juni 1962 SM. Kartosuwiryo
beserta para pengawalnya dapat ditangkap
oleh pasukan Siliwangi dalam operasi
“Bratayudha” di Gunung Geber, daerah
Majalaya, Jawa Barat. Kemudian SM.
Kartosuwiryo oleh Mahkamah Angkatan
Darat dijatuhi hukuman mati sehingga
pemberontakan DI/ TII di Jawa Barat dapat
dipadamkan.
2. Pemberontakan DI/TII di Jawa Tengah
Gerombolan DI/TII ini tidak hanya
di Jawa Barat akan tetapi di Jawa Tengah
juga muncul pemberontakan yang
didalangi oleh DI/ TII. Pemberontakan
DI/TII di Jawa Tengah di bawah pimpinan
Amir Fatah yang bergerak di daerah
Brebes, Tegal, dan Pekalongan. dan Moh.
Mahfudh Abdul Rachman (Kiai
Sumolangu).
Untuk menumpas pemberontakan
ini pada bulan Januari 1950 pemerintah
melakukan operasi kilat yang disebut
“Gerakan Banteng Negara” (GBN) di
bawah Letnan Kolonel Sarbini (selanjut-nya diganti Letnan Kolonel M. Bachrun dan
kemudian oleh Letnan Kolonel A. Yani). Gerakan operasi ini dengan pasukan “Banteng
Raiders.”
Sementara itu di daerah Kebumen muncul pemberontakan yang merupa-kan
bagian dari DI/ TII, yakni dilakukan oleh “Angkatan Umat Islam (AUI)” yang
dipimpin oleh Kyai Moh. Mahudz Abdurachman yang dikenal sebagai “Romo Pusat”
atau Kyai Somalangu. Untuk menumpas pemberontakan ini memerlukan waktu
kurang lebih tiga bulan
Pemberontakan DI/TII juga terjadi di
daerah Kudus dan Magelang yang
dilakukan oleh Batalyon 426 yang
bergabung dengan DI/TII pada bulan
Desember 1951. Untuk menumpas
pemberontakan ini pemerintah melakukan
“Operasi Merdeka Timur” yang dipimpin
oleh Letnan Kolonel Soeharto, Komandan Brigade Pragolo.
Pada awal tahun 1952 kekuatan
Batalyon pemberontak terrsebut dapat
dihancurkan dan sisa- sisanya melarikan
diri ke Jawa Barat dan ke daerah GBN.
3. Pemberontakan DI/TII di Aceh
Gerombolan DI/ TII juga melakukan pemberontakan di Aceh yang dipimpin
oleh Teuku Daud Beureuh. Adapun penyebab timbulnya pemberontakan DI/TII di
Aceh adalah kekecewaan Daud Beureuh karena status Aceh pada tahun 1950
diturunkan dari daerah istimewa menjadi karesidenan di bawah Provinsi Sumatera
Utara. Pada tanggal 21 September 1953 Daud Beureuh yang waktu itu menjabat
sebagai gubernur militer menyatakan bahwa Aceh merupakan bagian dari Negara
Islam Indonesia di bawah pimpinan SM. Kartosuwiryo.
Dalam menghadapi pemberontakan DI/ TII
di Aceh ini  semula pemerintah menggunakan
kekuatan senjata. Selanjutnya atas prakarsa
Kolonel M. Yasin, Panglima Daerah Militer I/
Iskandar Muda, pada tanggal 17-21 Desember
1962 diselenggarakan “Musyawarah Kerukunan
Rakyat Aceh” yang mendapat dukungan tokoh-
tokoh masyarakat Aceh sehingga pemberontakan
DI/ TII di Aceh dapat dipadamkan.
4. Pemberontakan DI / TII di Sulawesi Selatan
Di Sulawesi Selatan juga timbul pemberontakan DI/TII yang dipimpin oleh
Kahar Muzakar. Pada tanggal 30 April 1950 Kahar Muzakar menuntut kepada
pemerintah agar pasukannya yang tergabung dalam Komando Gerilya Sulawesi
Selatan dimasukkan ke dalam Angkatan Perang RIS (APRIS). Tuntutan ini ditolak
karena harus melalui penyaringan.
Pemerintah melakukan pendekatan kepada Kahar
Muzakar dengan memberi pangkat Letnan Kolonel. Akan
tetapi pada tanggal 17 Agustus 1951 Kahar Muzakar beserta
anak buahnya melarikan diri ke hutan dan melakukan aksi
dengan melakukan teror terhadap rakyat.
Untuk menghadapi pemberontakan DI/TII di Sulawesi
Selatan ini pemerintah melakukan operasi militer. Baru pada
bulan Februari 1965 Kahar Muzakar berhasil ditangkap dan
ditembak mati sehingga pemberontakan DI/TII di Sulawesi
dapat dipadamkan.
5. Pemberontakan DI /TII di Kalimantan Selatan
Pada bulan Oktober 1950 DI/ TII juga
melakukan pemberontakan di Kalimantan Selatan
yang dipimpin oleh Ibnu Hajar. Para pemberontak
melakukan pengacauan dengan menyerang pospos
kesatuan TNI. Dalam menghadapi gerombolan DI/TII
tersebut pemerintah pada mulanya melakukan
pendekatan kepada Ibnu Hajar dengan diberi
kesempatan untuk menyerah, dan akan diterima
menjadi anggota TNI. Ibnu Hajar pun menyerah,
akan tetapi setelah menyerah melarikan diri dan
melakukan pemberontakan lagi. Selanjutnya
pemerintah mengerahkan pasukan TNI sehingga
pada akhir tahun 1959 Ibnu Hajar beserta seluruh
anggota gerombolannya tertangkap dan dimusnahkan.

Artikel, Sejarah, dan Isi Perjanjian/Persetujuan New York


Artikel, Sejarah, Isi Perjanjian/Persetujuan, Dampak New York
Pada awalnya Belanda tidak yakin pasukan Indonesia dapat masuk ke wilayah
Irian. Akan tetapi operasi-operasi yang dilakukan Pasukan Komando Mandala
ternyata berhasil terbukti dengan jatuhnya Teminabuan ke tangan pasukan Indonesia.
Sementara itu Pemerintah Kerajaan Belanda sedikit banyak mendapat tekanan dari
pihak Amerika Serikat untuk berunding karena untuk mencegah terseretnya Uni
Soviet dan Ameriksa Serikat ke dalam konfrontasi.
Dengan adanya rencana Bunker di atas maka sikap Indonesia adalah
menerimanya. Hal ini ternyata menambah simpati dunia terhadap RI, sebaliknya
Belanda bersikukuh mempertahankan Irian Barat. Oleh karena itu pada tanggal
14 Agustus 1962 RI melakukan operasi besar-besaran yang terkenal sebagai operasi
Jayawijaya. Tanggal penyerbuan ini ditetapkan sebagai ”Hari H” atau “Hari
Penyerbuan.”
Pada tanggal 15 Agustus 1962 ditandatangani suatu perjanjian antara Indonesia
dengan Pemerintah Belanda di New York, bertempat di Markas Besar PBB. Perjanjian
ini terkenal dengan Perjanjian New York. Adapun isi Perjanjian New York adalah
sebagai berikut.
1. Pemerintah Belanda akan menyerahkan Irian Barat kepada Penguasa Pelaksana
Sementara PBB (UNTEA = United Nations Temporary Executive Authority) pada
tanggal 1 Oktober 1962.
2. Pada tanggal 1 Oktober 1962 bendera
PBB akan berkibar di Irian Barat
berdampingan dengan bendera
Belanda, yang selanjutnya akan
diturunkan pada tanggal 31 Desember
untuk digantikan oleh bendera
Indonesia mendampingi bendera
PBB.
3. Pemerintah UNTEA berakhir pada
tanggal 1 Mei 1963, pemerintahan
selanjutnya diserahkan kepada
pihak Indonesia.
4. Pemulangan orang-orang sipil dan militer Belanda harus sudah selesai pada
tanggal 1 Mei 1963.
5. Pada tahun 1969 rakyat Irian Barat diberi kesempatan untuk menyatakan
pendapatnya tetap dalam wilayah RI atau memisahkan diri dari RI melalui
Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera).
Selanjutnya untuk menjamin keamanan di Irian Barat maka dibentuk suatu
pasukan keamanan PBB yang dinamakan United Nations Security Forces (UNSF) di
bawah pimpinan Brigadir Jenderal Said Uddin Khan dari Pakistan. Pekerjaan
UNTEA di bawah pimpinan Jalal Abdoh dari Iran juga berjalan lancar sehingga
tepat pada tanggal 1 Mei 1963 roda pemerintahan RI sudah berjalan. Sebagai
Gubernur Irian Barat pertama maka diangkatlah E. J. Bonay, seorang putera asli
Irian Barat.
Di samping nama-nama Soeharto, Sudarso dan lain-lain yang berjasa dalam
pembebasan Irian Barat juga tercatat dalam sejarah nama-nama seperti Kolonel
Sudomo, Kolonel Udara Leo Watimena, dan Mayor L. B. Moerdani. Pantas pula
untuk dikenang adalah, sukarelawati yang gigih berjuang dalam pembebasan Irian
Barat yakni Herlina. Ia memenangkan hadiah Pending Emas karena ikut sertanya
dalam pembebasan Irian Barat secara heroik. Pengalamannya dibukukan dalam karya
tulis yang berjudul Pending Emas.
Dengan ditandatangani Perjanjian New York maka pada tanggal 1 Mei 1963
Irian Barat diserahkan kepada Indonesia. Hubungan diplomatik dengan Belanda
pun segera dibuka kembali. Dengan kembalinya Irian Barat kepada Indonesia maka
Komando Mandala dibubarkan dan sebagai operasi terakhir adalah Operasi
Wisnumurti yang bertugas menjaga keamanan dalam penyerahan kekuasaan
pemerintahan di Irian Barat dai UNTEA kepada Indonesia.

Sejarah dan Isi Operasi Trikora


Sejarah Operasi Trikora/Tri Komando Rakyat dan Isi Operasi Trikora/Tri Komando Rakyat
Tindakan Belanda dengan mendirikan negara “Boneka” Papua itu merupakan
sikap yang menantang kepada bangsa Indonesia untuk bertindak cepat. Oleh karena
itu pemerintah segera mengambil tindakan guna membebaskan Irian Barat. Pada
tanggal 19 Desember 1961, Presiden Soekarno dalam suatu rapat raksasa di
Yogyakarta mengeluarkan komando yang terkenal sebagai Tri Komando Rakyat
(Trikora) yang isinya sebagai berikut.
1) Gagalkan pembentukan “Negara
Papua” bikinan Belanda kolonial.
2) Kibarkan Sang Merah Putih di Irian
Barat tanah air Indonesia.
3) Bersiaplah untuk mobilisasi umum
guna mempertahankan kemerdekaan
dan kesatuan tanah air dan bangsa.
Dengan dikeluarkannya Trikora
maka mulailah konfrontasi total terhadap
Belanda dan pada bulan Januari 1962
pemerintah membentuk Komando
Mandala Pembebasan Irian Barat yang
berkedudukan di Makasar. Adapun tugas pokok dari Komando Mandala
Pembebasan Irian Barat ini adalah pengembangan operasi-operasi militer dengan
tujuan pengembangan wilayah Irian Barat ke dalam kekuasaan negara Republik
Indonesia. Sebagai Panglima Komando Mandala adalah Mayor Jenderal Soeharto.
Sebelum Komando Mandala melakukan
operasi sudah dilakukan penyusupan
ke Irian Barat. Pada tanggal 15 Januari 1962 ketika waktu menunjukkan
pukul 21.15 di angkasa terlihat dua buah pesawat
terbang pada ketinggian 3000 kaki
melintasi formasi patroli ALRI. Diperkirakan
pesawat tersebut adalah milik
Belanda jenis Neptune
dan Firefly. Waktu itu terlihat juga dua buah kapal
perusak yang sedang melepaskan
tembakan ke arah kapal Motor Torpedo
Boat (MTB) yang di situ turut pula para
pejabat tinggi dari Markas Besar Angkatan
Laut yaitu Komodor Yos Sudarso.
Dalam insiden di Laut Aru tersebut Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana
Pertama (Komodor) Yos Sudarso, bersama Komandan KRI Macan Tutul, Kapten
(Laut) Wiratno, dan beberapa prajurit TNI-AL gugur sebagai pahlawan. Sebelum
gugur Komodor Yos Sudarso sempat mengucapkan pesan terakhir “ Kobarkan
Semangat Pertempuran.”
Adapun operasi-operasi yang direncanakan Komando Mandala di Irian Barat
dibagi dalam tiga fase, yakni sebagai berikut.
(1) Fase Infiltrasi (sampai akhir 1962)
Memasukkan 10 kompi ke sekitar sasaran- sasaran tertentu untuk menciptakan
daerah bebas de facto. Kesatuan-kesatuan ini harus dapat mengembangkan
penguasaan wilayah dengan membawa serta rakyat Irian Barat dalam perjuangan
fisik untuk membebaskan wilayah tersebut.
(2) Fase Eksploitasi (mulai awal 1963)
Mengadakan serangan terbuka
terhadap induk militer lawan, menduduki
semua pos pertahanan musuh yang
penting.
(3) Fase Konsolidasi (awal 1964)
Menegakkan kekuasaan Republik
Indonesia secara mutlak di seluruh Irian
Barat.
Selanjutnya antara bulan Maret
sampai Agustus 1962 Komando Mandala
melakukan operasi-operasi pendaratan
baik melalui laut maupun udara.
Beberapa operasi tersebut adalah Operasi Banteng di Fak-Fak dan Kaimana. Operasi
Srigala di sekitar Sorong dan Teminabuan, Operasi Naga di Merauke, serta Operasi
Jatayu di Sorong, Kaimana, dan Merauke. Selain itu juga direncanakan serangan
terbuka merebut Irian Barat dengan Operasi Jayawijaya.

Luas, Kedalaman, Letak, dan Ciri Samudra Arktik/Artika


Luas, Kedalaman, Letak, dan Ciri Samudra Arktik/Artika
Samudra Arktik terletak di Benua Amerika utara bagian utara, Benua Asia, dan
Benua Eropa. Merupakan samudra tersempit dengan luas 14.089.600 km persegi.
Kedalaman rata-ratanya adalah 5.411 meter. Samudra Arktik mengelilingi Kutub
Utara secara penuh.
Suhu permukaan Samudra Arktik  lebih rendah dibanding samudra-samudra
lainnya. Bahkan di bagian utara terdapat bongkahan-bongkahan es.
Ciri-ciri Khusus Samudra Arktik adalah sebagai berikut.
1) Merupakan samudra paling sempit.
2) Mempunyai suhu permukaan paling dingin dibanding samudra-samudra
lainnya karena letaknya paling jauh dari katulistiwa.
3) Tidak dilewati garis katulistiwa.
4) Seluruhnya terdapat di Garis Lintang Utara.

Batas, Ciri, Luas, Kedalaman, dan Letak Samudra Atlantik


Batas, Ciri, Luas, Kedalaman, dan Letak Samudra Atlantik
Samudra Atlantik membentang dari pantai barat Benua Eropa dan Benua Afrika
hingga pantai timur Amerika Utara dan Amerika Latin. Luasnya 82.439.700 km persegi.
Kedalaman rata-rata adalah 3.350 meter. Dengan titik terdalam 8.385 meter. Melalui
samudra inilah bangsa-bangsa Eropa melakukan ekspedisi pada abad 15 menemukan
benua Amerika.
Batas-batas Samudra Atlantik adalah:
- Laut Utara, Laut Norwegia di Eslandia dan Laut Labrador dekat (Pulau
Greenland) di sebelah utara;
- Antartika di sebelah selatan;
- Laut Karibia di kawasan Karibia di sebelah barat; dan
- Benua Eropa dan Afrika di sebelah timur.
Fungsi Samudra Atlantik dalam pelayaran adalah menghubungkan Benua Eropa
dengan Benua Amerika, Afrika Barat dan Asia (lewat Tanjung Harapan atau
Terusan Suez).
Ciri-ciri khusus Samudra Atlantik adalah sebagai berikut.
1) Merupakan samudra yang menghubungkan Eropa dan Amerika.
2) Terdapat Segitiga Bermuda (pantai  timur Amerika Serikat dan Kepulauan Ber-
muda) tempat di mana kapal dan pesawat terbang hilang secara misterius.
3) Sebagian besar wilayah Samudra Atlantik berada di Garis Bujur Barat.

Ciri, Batas, Luas, Kedalaman, dan Letak Samudra Pasifik


Ciri-Ciri, Batas-Batas, dan Letak Samudra Pasifik, Penjelasan Samudra Pasifik, Luas dan Kedalaman Samudra Pasifik
Samudra Pasifik adalah samudra terluas di dunia. Samudra Pasifik mempunyai
luas 165.760.000 km. Seluruh daratan yang ada di bumi luasnya 134.136.100 km persegi.
Jadi Luas Samudra Pasifik 1,24 kali luas daratan di bumi.
Batas-batas Samudra Hindia adalah sebagai berikut.
- Laut Bering dan Okhots di sebelah utara.
- Antartika dan laut Tasmania di sebelah selatan.
- Laut Cina Timur, Laut Pilipina, Laut Sulawesi di sebelah barat.
- Benua Amerika di sebelah timur.
Samudra Pasifik mempunyai kedalaman rata-rata 4.282. Bagian yang terdalam dari
samudra berupa ceruk berbentuk  huruf  V memanjang disebut palung. Hampir semua
palung terdapat di Samudra Pasifik. Mulai dari palung Izu, dalamnya 11.232 m , palung
Jepang dalamnya 8.8887 meter. Palung lainnya adalah palung Mariana, Tonga,
Kermadec, Kurdil, Pilipina, Yapan, New Britain, dan Bonin.
Gugusan kepulauan Polynesia, Mikronesia dan Melanesia (kawasan ini disebut
Oceania). Oceania terdiri atas ribuan pulau-pulau kecil. Negara-negara yang terdapat
di kawasan Oceania adalah Vanuatu, Fiji, Kiribati, Samoa, Solomon, Nauru, dan Tonga.
Fungsi Samudra Pasifik dalam pelayaran adalah menghubungkan negara-negara
di Asia-Pasifik dan Amerika.
Ciri-ciri khusus Samudra Pasifik.
1) Merupakan samudra terluas.
2) Mempunyai palung terdalam, yaitu palung Mariana (11.022 m).
3) Tempat pertemuan arus panas (Kurosyiwo) dan arus dingin (Oyasyiwo).
Pertemuan arus panas dan arus dingin baik untuk perkembangbiakan ikan.
Tempat pertemuannya adalah di laut Bering.
4) Dasar Samudra Pasifik sering menjadi pusat gempa, yaitu di Jepang Pilipina,
pantai Barat Benua Amerika dan Amerika Latin.

Ciri, Batas, Kedalaman, Luas, dan Letak Samudra Hindia


Ciri-Ciri, Batas-Batas, dan Letak Samudra Hindia, Penjelasan Samudera Hindia, Luas Samudera Hindia
Samudra Hindia mempunyai luas 77.118.000 km persegi. Mempunyai kedalaman ratarata
3.811 meter. Sedangkan titik terdalamnya
7.449 meter. Kadar garam rata-rata adalah + - 34,72%.
Batas-batas Samudra Hindia adalah:
- Benua Asia di sebelah utara;
- Kutub Selatan di sebelah selatan;
- Benua Afrika di sebelah Barat; dan
- Benua Australia di sebelah Timur.
Di sebelah utara, Samudra Hindia berbatasan dengan Laut Andaman, Laut Arab,
dan Laut Merah.
Fungsi Samudra Hindia dalam pelayaran adalah menghubungkan negara-negara
di Asia, Afrika dan Australia.
Ciri-ciri khusus Samudra Hindia adalah sebagai berikut.
1) Seluruh wilayah Samudra Hindia berada di wilayah Garis Bujur Timur.
2) Di Samudra Hindia jarang terjadi badai besar. Sehingga pelayaran lebih aman.
3) Di Samudra Hindia terdapat pusat tubrukan antara lempeng Asia dan lempeng
dasar samudra sehingga sering terjadi gempa bumi yang dirasakan di Indonesia,
Iran, India, dan Afganistan.

Tujuan, Manfaat, dan Pengertian Neraca Perdagangan dan Neraca Pembayaran


Tujuan, Manfaat, dan Pengertian Neraca Perdagangan dan Neraca Pembayaran
a. Neraca Perdagangan
Neraca perdagangan merupakan catatan yang berisi nilai barang-barang yang
diekspor maupun diimpor oleh suatu negara. Kegiatan ekspor suatu negara
menimbulkan hak yang berupa penerimaan pembayaran atau piutang, sedangkan
impor barang dari luar  negeri menimbulkan kewajiban membayar ke luar negeri
atau utang negeri. Neraca perdagangan dibuat agar suatu negara dapat mengetahui
perkembangan perdagangan internasional yang dilakukan.
Keadaan neraca perdagangan suatu negara ada tiga kemungkinan yaitu surplus,
defisit, atau seimbang. Neraca perdagangan disebut surplus jika nilai ekspor lebih
besar daripada nilai impor. Sebaliknya, neraca perdagangan disebut defisit jika nilai
ekspor lebih kecil daripada nilai impor. Neraca perdagangan disebut seimbang jika
nilai ekspor yang sama dengan  nilai impor.
b. Neraca Pembayaran
Neraca pembayaran merupakan catatan yang berisi pembayaran dan
penerimaan dari luar negeri. Neraca pembayaran tidak hanya mencatat hak dan
kewajiban yang timbul karena adanya perdagangan, tetapi juga mencatat hak dan
kewajiban keuangan dengan luar negeri yang tidak hanya karena perdagangan.
Namun demikian, yang dicatat di dalam neraca pembayaran  hanyalah transaksi
ekonomi. Transaksi yang menimbulkan hak untuk menerima pembayaran dari
penduduk negara lain disebut transaksi kredit, sedangkan transaksi yang menimbulkan
kewajiban untuk membayar penduduk negara lain disebut transaksi debit.
Untuk menentukan apakah seseorang sebagai penduduk (orang dalam negeri)
ataukah sebagai orang luar negeri, perlu diperhatikan tempat tinggalnya. Seseorang
dianggap penduduk suatu negara apabila bertempat tinggal di negara tersebut. Orang
yang telah menetap dalam enam bulan atau lebih baik  warga negara Indonesia atau
warga negara asing, dianggap sebagai penduduk Indonesia. Namun, para wisatawan
asing dan para diplomat tidak dapat dianggap  sebagai penduduk  Indonesia.
Alasannya adalah, mereka hanya bertempat tinggal sementara.
Transaksi yang dicatat di dalam neraca pembayaran dapat dibedakan menjadi
transaksi sedang berjalan dan transaksi kapital. Yang dimaksud dengan transaksi
sedang berjalan (current account) adalah transaksi yang meliputi barang-barang dan
jasa. Adapun yang dimaksud dengan transaksi kapital (capital account) adalah
transaksi yang menyangkut investasi modal dan emas. Transaksi satu arah (bukan
transaksi timbal balik) antara lain pemberian hadiah (gift), bantuan (aid), dan
pemberian yang lain dapat digolongkan  ke dalam transaksi sedang berjalan (transaksi
tersendiri).
Pos-pos yang tertuang di dalam neraca pembayaran antara lain transaksi:
1) Barang.
2)  Jasa-jasa.
3) Bunga modal dan dividen.
4) Hadiah.
5) Investasi jangka panjang.
6) Investasi jangka pendek.
7) Perpindahan emas moneter.
Negara yang menyusun neraca pembayaran memperoleh manfaat yaitu dapat
mengetahui:
1) Keadaan keuangan yang terkait dengan pembayaran luar negeri dengan
mencermati neraca pembayaran, kita dapat mengetahui apakah sebaiknya suatu
negara menambah impor atau sebaliknya justru harus menambah ekspor.
2) Sumbangan dari transaksi ekonomi internasional terhadap penerimaan negara
yang bersangkutan.
3) Hal-hal yang berhubungan dengan perdagangan luar negeri.
4) Hubungan ekonomi suatu negara dengan negara-negara tertentu.

Dampak Positif dan Dampak Negatif Perdagangan Internasional


Dampak Positif dan Dampak Negatif Perdagangan Internasional
Dampak Perdagangan Internasional
Perdagangan internasional mempunyai dampak pada negara-negara yang
terlibat. Dampak tersebut ada yang positif dan ada yang negatif. Indonesia sebagai
negara yang juga melakukan perdagangan internasional memperoleh dampakdampak
tersebut.
a. Dampak Positif Perdagangan Internasional
Negara pengekspor maupun pengimpor mendapatkan keuntungan dari adanya
perdagangan internasional. Negara pengekspor memperoleh pasar dan negara
pengimpor memperoleh kemudahan untuk mendapatkan barang yang dibutuhkan.
Adanya perdagangan internasional juga membawa dampak yang cukup luas
bagi perekonomian suatu negara. Dampak tersebut antara lain sebagai berikut:
1) Mempererat persahabatan antarbangsa
Perdagangan antarnegara membuat tiap negara mempunyai rasa saling
membutuhkan dan rasa perlunya persahabatan. Oleh karena itu, perdagangan
internasional dapat mempererat persahabatan negara-negara yang bersangkutan.
2) Menambah kemakmuran negara
Perdagangan internasional dapat
menaikkan pendapatan negara masingmasing.
Ini terjadi karena negara yang kelebihan
suatu barang dapat menjualnya ke
negara lain, dan negara yang kekurangan
barang dapat membelinya dari
negara yang kelebihan. Dengan
meningkatnya pendapatan negara dapat
menambah kemakmuran negara.
3) Menambah kesempatan kerja
Dengan adanya perdagangan
antarnegara, negara pengekspor dapat
menambah jumlah produksi untuk
konsumsi luar negeri. Naiknya tingkat
produksi ini akan memperluas
kesempatan kerja. Negara pengimpor
juga mendapat manfaat, yaitu tidak perlu
memproduksi barang yang dibutuhkan
sehingga sumber daya yang dimiliki dapat
digunakan untuk hal-hal yang lebih
menguntungkan.
4) Mendorong kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Perdagangan internasional mendorong para produsen untuk meningkatkan
mutu hasil produksinya. Oleh karena itu, persaingan perdagangan internasional
mendorong negara pengekspor untuk meningkatkan ilmu dan teknologinya agar
produknya mempunyai keunggulan dalam bersaing.
5) Sumber pemasukan kas negara
Perdagangan internasional dapat meningkatkan sumber devisa negara. Bahkan,
banyak negara yang mengandalkan sumber pendapatan dari pajak impor dan ekspor.
6) Menciptakan efisiensi dan spesialisasi
Perdagangan internasional menciptakan spesialisasi produk. Negara-negara yang
melakukan perdagangan internasional tidak perlu memproduksi  semua  barang
yang dibutuhkan. Akan tetapi hanya memproduksi barang dan jasa yang diproduksi
secara efisien dibandingkan dengan  negara lain.
7) Memungkinkan konsumsi yang lebih luas bagi penduduk suatu negara
Dengan perdagangan internasional, warga negaranya dapat menikmati barang-
barang dengan kualitas tinggi yang tidak diproduksi di dalam negeri.
b. Dampak Negatif Perdagangan Internasional
Adanya perdagangan internasional mempunyai dampak negatif bagi negara yang
melakukannya. Dampak negatifnya sebagai berikut.
1) Adanya ketergantungan suatu negara terhadap negara lain.
2) Adanya persaingan yang tidak sehat dalam perdagangan internasional.
3) Banyak industri kecil yang kurang mampu bersaing menjadi gulung tikar.
4) Adanya pola konsumsi masyarakat yang meniru konsumsi negara yang lebih
maju.
5) Terjadinya kekurangan tabungan masyarakat untuk investasi. Ini terjadi karena
masyarakat menjadi konsumtif.
6) Timbulnya penjajahan ekonomi oleh negara yang lebih maju.

class='blog-feeds'